Tadabbur Yunus 15–25
Tawaran agar Al-Qur'an diganti ditolak mentah-mentah, lalu digambarkan manusia yang tulus berdoa saat diterjang badai di laut namun kembali berbuat dosa begitu selamat di darat.
Ayat 15-20 masih menjelaskan penolakan orang-orang kafir (orang yang tidak mengharapkan pertemuan dengan Allah) terhadap Al-Qur’an. Mereka menego Rasul Muhammad Saw. untuk mengganti Al-Qur’an dengan yang lain. Nabi Muhammad Saw. mustahil melakukan hal demikian karena hal tersebut adalah maksiat yang akan memancing murka Allah. Rasulullah hanya diperintahkan mengikuti wahyu yang diturunkan padanya.
Kenapa mereka tidak berpikir bahwa sebelum Muhammad diangkat Allah menjadi Rasul-Nya, bahkan selama 40 tahun hidup dengan mereka, Beliau tidak mengklaim apapun tentang wahyu. Ayat-ayat Al-Qur’an itu dibacakan Rasul Saw. kepada mereka setelah ada perintah dari Allah. Sungguh merupakan kezaliman yang besar jika Muhammad Saw, mengada-ada tentang Allah atau menolak kebenaran ayat-ayat Al-Qur’an. Mengada-adakan sesuatu tentang Allah atau menolak kebenaran Al-Qur’an adalah penyebab kegagalan hidup di dunia dan di akhirat.
Akibat menolak Al-Qur’an, manusia kehilangan arah yang benar dalam hidup sehingga mereka menyembah tuhan-tuhan yang sama sekali tidak bisa memberi mudarat atau manfaat bagi mereka, bahkan mengklaim tuhan-tuhan tersebut mampu memberi syafaat di sisi Allah. Pemahaman seperti itu sama saja menuduh Allah tidak mengetahui apa yang di langit dan di bumi. Maha Suci Allah dari apa yang mereka sekutukan. Pada awalnya manusia umat yang satu yang menauhidkan Allah. Bersamaan dengan waktu, maka terjadi berbagai penyimpangan. Allah putuskan hukum yang Maha Adil di akhirat.
Orang-orang kafir itu juga suka menantang Rasulullah Saw. agar mendatangkan suatu mukjizat sebagai bukti kebenaran Al-Qur'an. Sedankan mukjizat itu adalah urusan Allah.
Ayat 21-23 menjelaskan sebagian karakter manusia. Di antaranya:
Ayat 24 dan 25 menjelaskan hakikat kehidupan dunia yang begitu cepat, ibaratnya hanya selama satu musim tanaman saja. Sebab itu, janganlah tertipu oleh kehidupan dunia yang begitu cepat, bahkan lebih cepat dari apa yang kita bayangkan. Sebab itu, berhati-hatilah agar tidak terjebak menumpuk-numpuk keyaaan atau mencampuradukkan yang halal dengan yang haram. Agar tidak tertipu dunia, maka jawablah panggilan Allah menuju surga dan Dia akan menunjukkan jalan-Nya yang lurus (menuju surga).
Memuat versi lengkapnya…