Tadabbur Hud 89–108
Penduduk Madyan yang mengancam membunuh Nabi Syuaib akhirnya binasa disambar petir, lalu giliran Fir'aun yang digambarkan menggiring pengikut setianya masuk neraka.
Ayat 89-95 masih menjelaskan kedurhakaan masyarakat Madyan dan kegigihan Nabi Syuaib menyelamatkan mereka dari penyimpangan konsep hidup yang akan menyebabkan kemurkaan Allah. Berdasarkan pengalaman kaum sebelumnya; kaum Nuh, Hud, Shalih dan Hud, bila kedurhakaan pada Allah dan Rasul-Nya sudah melampaui batas, maka Allah segera mengazab mereka dengan azab yang mengerikan. Inilah yang ditakuti Nabi Syuaib atas kaumnya. Sebab itu, Beliau menganjurkan kaumnya untuk bertobat dan meminta ampun pada Allah atas kesalahan dan dosa yang mereka lakukan. Allah pasti menerima tobat mereka karena Allah Maha Pengampun lagi Maha Pengasih.
Apa yang dikhawatirlan nabi Syuaib benar-benar terjadi. Mereka mengejek Nabi Syuaib dan mengatakan tidak memahami banyak apa yang dikatakan Beliau. Mereka benar-benar brutal dan menerornya dengan ancaman pembunuhan, kalaulah bukan karena mereka menghormati keluarga nabi Syuaib. Lalu, nabi Syuaib menjelaskan sikap dan perbuatan tersebut sangatlah aneh dan menyimpang sambil berkata: Mengapa kalian lebih menghormati keluargaku dari pada Allah dan mengabaikan Allah begitu saja? Padahal Allah Maha Mengetahui apa yang kalian perbuat.
Nabi Syuaib pasrah atas kedurhakaan kaumnya. Namun demikian, ia tetap mengisyaratkan azab Allah yang akan turun pada mereka di dunia dan begitu pula azab akhirat yang akan mereka hadapi. Pada saat itu akan diketahui siapa yang dihinakan Allah dan siapa yang dimuliakan-Nya. Lalu Allah kirimkan petir yang sangat keras sehingga mereka mati bergelimpangan, tidak yang lolos, kecuali nabi Syuaib dan para pengikutnya yang Mukmin.
Ayat 96 & 97 menjelaskan, Allah mengutus Musa kepada Fir’aun dengan wahyu dan mukjizat. Para petinggi Fir’aun tetap saja setia padanya, kendati ia sesat.
Ayat 98-108 meneruskan ayat sebelumnya terkiat Fir’aun dan para pengikut setianya. Pada hari kiamat nanti, Fur’aun akan menggiring mereka masuk neraka. Duhai malangnya Fir’aun, para petinggi dan para pengikut setianya. Di dunia mendapat azab dan laknat Allah, sedangkan di akhirat masuk neraka. Ayat-ayat tersebut juga menjelaskan beberapa sistem kehidupan yang Allah tetapkan untuk manusia:
Memuat versi lengkapnya…