Hari ke-137 · Surah Ar-Ra'd Ayat 29-43
Tadabbur Ar-Ra'd 29–43
Bagian penutup Ar-Ra'd menegaskan tugas Rasul hanya menyampaikan wahyu, menggambarkan kedahsyatan Al-Qur'an yang sanggup menggoncang gunung, dan menghibur beliau bahwa penolakan kaum kafir bukan urusan yang perlu dirisaukan.
- Orang beriman yang hatinya tenang dengan mengingat Allah digambarkan giat beramal saleh dan dibalas kebahagiaan serta surga.
- Al-Qur'an disebut mukjizat sepanjang masa: seandainya diturunkan kepada gunung ia akan bergoncang dan kepada bumi ia akan terbelah, sehingga orang beriman tidak boleh berputus asa.
- Kaum musyrik tidak membedakan Allah yang menjaga setiap manusia dari tuhan-tuhan buatan mereka sendiri, dan mereka dijanjikan azab di dunia serta azab akhirat yang lebih dahsyat.
- Sebagian Ahli Kitab menerima Al-Qur'an dan lebih banyak yang menolak; jika Rasul dan umatnya meninggalkan Al-Qur'an lalu mengikuti kemauan kaum kafir, mereka tidak akan dilindungi Allah.
- Para rasul adalah manusia biasa yang beristri dan berketurunan, dan surah ditutup dengan penegasan bahwa yang mengangkat Nabi Muhammad adalah Allah Yang Maha Mengetahui.
Ayat 29 menjelaskan bahwa orang beriman yang hati mereka tenang dengan zikrullah itu pasti beramal shaleh sebanyak mungkin. Balasannya adalah kebahagian dan surga.
Ayat 30 - 34 menjelaskan beberapa hal terkait dengan realitas dakwah. Di antaranya:
- Rasul Saw. diutus untuk menyampaikan wahyu yang diturunkan kepada Beliau. Inti risalah Beliau ialah mengajarkan manusia mentauhidkan Allah.
- Al-Qur’an itu adalah mukjizat sepanjang masa. Sekiranya ada ayatnya yang diturunkan kepada gunung, maka gunung itu akan bergoncang, jika diturunkan ke bumi, maka bumi itu akan terbelah dan jika diturunkan kepada orang mati, maka orang mati itu dapat bicara. Sebab itu, orang beriman tidak boleh putus asa atas kerasnya penolakan orang-orang kafir terhadap Al-Qur’an.
- Penolakan dan pengolok-olokan kaum kafir kepada Allah, Rasul-Nya dan Al-Qur’an menyebabkan Allah menurunkan azab yang keras pada mereka.
- Orang-orang musyrik itu tidak memahami perbedaan Tuhan yang sebenarnya (Allah) yang menjaga setiap manusia dengan tuhan-tuhan yang mereka ciptakan sendiri. Padahal tuhan-tuhan tersebut tidak memiliki sedikitpun sifat ketuhanan. Sebenarnya mereka tertipu oleh keyakinan sesat dan perbuatan jahat mereka menghalangi manusia dari jalan Allah. Keyakinan dan perbuatan tersebut menyebabkan mereka tersesat dari jalan Allah. Allah menjanjikan kepada kaum kafir itu azab di dunia dan azab akhirat yang lebih dahsyat.
Ayat 35 - 42 menjelaskan 5 hal berikut:
- Orang-orang yang bertakwa kepada Allah akan meraih surga dengan segala keistimewaannya, sedangkan kaum kafir akan meraih neraka.
- Ahlul Kitab itu ada yang bisa menerima Al-Qur’an dan yang lebih banyak adalah yang menolaknya. Tugas Rasul Saw. mengajak mereka mentauhidkan Allah.
- Al-Qur’an itu berbahasa Arab dan menjadi sumber hukum kaum Muslimin. Kalau Rasul Saw. dan umatnya meninggalkan Al-Qur’an dan mengikuti keinginan kaum kafir dalam mengatur kehidupan, maka Allah tidak akan melindungi dan menyelamatkan mereka.
- Rasululllah Saw. dan para rasul sebelumnya adalah manusia biasa; memiliki istri dan keturunan. Allah berikan wahyu kepada mereka sesuai kehendak-Nya. Allah hapus atau tetapkan wahyu itu sesuai kehendak-Nya. Tugas Rasul Saw. adalah menyampaikan wahyu (Al-Qur’an) tersebut dan Allah yang akan melakukan perhitungan dengan manusia yang menolaknya.
- Allah mengurangi negeri kaum kafir dan tidak ada yang bisa menolak kehendak-Nya. Kaum kafir di masa sebelum Rasulullah Saw. tidak ada yang berhasil. Allah mengetahui setiap perbuatan manusia. Kaum kafir itu akan mengetahui nasib mereka.
Ayat 43 menutup surah Ar-Ra’du dengan menjelaskan bahwa penolakan kaum kafir atas kerasulan Muhammad Saw. tidak perlu dirisaukan, karena yang mengangkat Beliau jadi rasul itu adalah Allah yang memiliki ilmu atas segala seuatu.
Memuat versi lengkapnya…