Hari ke-166 · Surah Al-Kahfi Ayat 84-97
Tadabbur Al-Kahf 84–97
Kisah Zulkarnain diwahyukan untuk menjawab ujian kaum kafir, dan darinya diambil pelajaran tentang watak penolak kebenaran, nilai iman di balik kekuatan, serta berlakunya hukum sebab akibat.
- Kaum kafir bertanya tentang Zulkarnain untuk menguji Rasulullah, lalu Allah mewahyukan kisah itu secara terperinci.
- Watak penolak kebenaran sejak zaman Nuh hingga Nabi Muhammad adalah menguji rasul mereka, tetapi tetap tidak beriman karena hati mereka sudah terkunci oleh kekufuran dan dosa.
- Sehebat apa pun keperkasaan, kecerdasan, dan penguasaan ilmu seseorang, yang bernilai di sisi Allah adalah yang dilandasi iman, amal saleh, dan manfaat bagi manusia.
- Segala sesuatu ditetapkan melalui sistem sebab akibat yang terkait sistem nilai keimanan, syariah dan akhlak, serta hukum Allah atas alam semesta.
- Pelanggaran terhadap sistem-sistem itu disebut berakibat bencana dan musibah, baik di dunia maupun di akhirat.
Ayat 84-97 menjelaskan kisah Zulkarnain yang ditanyakan orang-orang kafir kepada Rasul Saw. Lalu Allah mewahyukan kepadanya dan menceritakan kisah Zulkarnain secara detail. Hikmah yang dapat kita ambil dari kisah tersebut ialah:
- Di antara karakter orang kafir sejak Nabi Nuh sampai Nabi Muhammad Saw. ialah menguji kebenaran rasul mereka. Namun, setelah para rasul menjelaskannya, mereka tetap saja tidak beriman kepada mereka, karena mata mereka sudah buta, telinga mereka pekak dan hati mereka benar-benar sudah terkunci mati disebabkan kekufuran, kemusyrikan dan dosa-dosa yang mereka lakukan.
- Bagaimanapun keperkasaan seseorang, seperti apa pun cerdas dan penguasaan ilmu pengetahuannya, yang bernilai tinggi di sisi Allah adalah yang dilandasi iman kepada-Nya dan amal saleh serta bermanfaat bagi manusia.
- Segala sesuatu ditetapkan Allah melalui sistem sebab akibat. Sedangkan sistem sebab akibat itu terkait sistem nilai berupa keimanan, aturan kehidupan (syari’ah) dan akhlak, dan bisa juga terkait sunnatullah (hukum Allah) tetang penciptaan alam semesta dan manusia. Apabila manusia melanggar salah salah satu atau kedua sistem tersebut maka akan mengakibatkan bencana dan musibah di dunia dan akhirat.
Sumber: Mushaf Tadabbur, Fathuddin Ja'far
Memuat versi lengkapnya…