Hari ke-182 · Surah Al-Anbiya' Ayat 102-112
Tadabbur Al-Anbiya' 102–112
Penutup surah menggambarkan orang beriman yang tidak terusik dahsyatnya kiamat dan disambut malaikat, bumi yang digulung seperti lembaran catatan, serta tugas Rasul membawa rahmat tanpa mengetahui waktu kiamat.
- Kaum mukmin tidak diperdengarkan gelegak api neraka, diberi apa saja yang mereka inginkan, dan disambut malaikat dengan ucapan bahwa inilah hari yang dijanjikan.
- Kiamat digambarkan sebagai saat bumi digulung seperti menggulung lembaran catatan, lalu manusia dikembalikan hidup sebagaimana awal penciptaannya.
- Telah ditetapkan dalam kitab-kitab terdahulu dan Al-Qur'an bahwa surga diwariskan kepada hamba-hamba yang saleh.
- Tugas Rasulullah adalah membawa rahmat bagi semesta dan mengajarkan tauhid; bila ditolak, tugasnya selesai karena telah disampaikan dengan terang.
- Beliau tidak mengetahui kapan kiamat terjadi, sebab pengetahuan itu justru akan menjadi fitnah bagi umatnya.
Ayat 102-112 menjelaskan:
- Meneruskan ayat sebelumnya terkait kondisi kaum Mukmin di akhirat. Mereka tidak diperdengarkan gelegak api neraka, diberi apa saja yang mereka inginkan, tidak merasakan dahsyatnya peristiwa kiamat dan mereka disambut para malaikat sambil berkata: inilah hari yang dijanjikan pada kalian.
- Peristiwa kiamat itu ialah saat bumi digulung Allah seperti menggulung lembaran catatan saja dan Allah akan kembalikan manusia hidup sebagaimana awal mereka diciptakan. Itu adalah janji Allah yang pasti.
- Allah telah menetapkan dalam Zabur, Taurat, Injil da Al-Qur’an bahwa surga itu akan diwariskan kepada hamba-hamba-Nya yang saleh. Semua itu menjadi jelas bagi kaum yang menyembah Allah dengan konsep tauhid.
- Tugas Rasul Saw. adalah membawa rahmat kepada semua alam. Allah melalui wahyu-Nya memerintahkan beliau agar mengajarkan tauhid kepada umatnya dan ibadah kepada Allah dengan cara yang diajarkan Islam. Kalau mereka tidak mau menerimanya, tugas Rasulullah Saw. selesai karena sudah menyampaikannya dengan terang. Rasulullah Saw. tidak mengetahui kapan persisnya kiamat itu terjadi. Sesungguhnya Allah mengetahui ucapan manusia yang keras ataupun yang disembunyikan. Sekiranya Rasul Saw. mengetahui kiamat, maka akan menjadi fitnah bagi umatnya. Nabi Muhammad Saw. hanya berkata: Ya Allah, putuskanlah perkara umat ini de-ngan hak. Engkau adalah Tuhan Pencipta kami, Maha Pengasih dan Maha Penolong.
Memuat versi lengkapnya…