Hari ke-289 · Surah Muhammad Ayat 1-19
Tadabbur Muhammad 1–19
Dua jalan hidup dipertentangkan tajam: yang batil menghapus amal kebaikan, yang benar menghapus kesalahan, lalu diuraikan aturan perang, gambaran surga dengan sungai-sungainya, dan hati kaum munafik yang terkunci.
- Amal kebaikan orang kafir yang menghalangi manusia dari jalan Allah dihapus, sedangkan kesalahan orang beriman yang beramal saleh dihapus dan keadaan mereka diperbaiki.
- Perang di jalan Allah disyariatkan untuk menguji iman, dan tawanan boleh dibebaskan atau ditebus; yang gugur di dalamnya dibalas amalnya dan dimasukkan ke surga.
- Umat terdahulu yang lebih kuat dari kaum Quraisy telah dimusnahkan, sehingga nasib mereka diperintahkan untuk dipelajari.
- Surga digambarkan berisi sungai air, susu yang tidak berubah rasanya, khamar yang lezat, dan madu yang bersih, sementara penghuni neraka diberi minum air mendidih yang memotong-motong usus.
- Hati kaum munafik terkunci sehingga tidak memahami Islam, sedangkan yang menjadikan Al-Qur'an sebagai petunjuk ditambah petunjuk dan ketakwaannya.
Ayat 1-11 dari surat Muhammad ini menjelaskan tiga hal :
- Karakter yang amat kontras antara kaum kafir dan kaum mukmin. Kaum kafir itu selalu menghalangi manusia dari jalan Allah. Allah menghapus semua amal kebaikan mereka. Adapun kaum mukmin yang beramal saleh, meyakini Al-Qur’an yang diturunkan kepada Nabi Muhammad saw. sebagai petunjuk hidup yang hak (benar) maka Allah akan hapus segala kesalahan mereka dan memperpaiki nasib mereka. Perbedaan yang kontras tersebut disebabkan kaum kafir itu mengikuti jalan hidup yang batil, sedangkan kaum mukmin mengikuti jalan hidup yang hak (Islam) yang datang dari Allah; Tuhan Pencipta manusia.
- Berperang di jalan Allah (Jihad Fisabilillah) adalah ajaran Islam. Dalam peperangan, Allah membolehkan membunuh kaum kafir dan menawan mereka. Terkait tawanan, boleh dibebaskan atau dengan mengambil tebusan dari mereka. Allah syari’atkan berperang itu untuk menguji iman kaum mukmin. Orang yang mati dalam Jihad Fisabilillah, Allah membalas semua amalnya, memberinya petunjuk, memperbaiki nasibnya dan memasukkannya ke dalam surga. Jihad hanya bertujuan untuk menegakkan Islam. Sebab itu Allah menjadikannya syarat meraih pertolongan-Nya.
- Orang-orang kafir itu pasti celaka dan Allah menghapus semua amal kebaikan mereka karena mereka membenci Al-Qur’an. Allah menyuruh kita mempelajari nasib tragis umat-umat terdahulu, karena semua kaum kafir bernasib sama. Allah hanya Penolong bagi kaum mukmin, sedangkan kaum kafir itu tidak ada penolong bagi mereka.
Ayat 12-19 menjelaskan tiga hal pokok :
- Allah memastikan tempat kaum mukmin yang beramal saleh adalah surga. Sedangkan kaum kafir adalah neraka, karena mereka menikmati kehidupan dunia seperti hewan. Banyak sudah kaum kafir sebelum Rasul saw. yang Allah musnahkan, padahal mereka lebih kuat dari kaum Quraisy yang mengusir Rasul saw.
- Tidaklah sama nasib orang mukmin yang menjadikan Al-Qur’an sebagai petunjuk hidup dengan orang kafir dan munafik. Mereka melihat indah dosa dan kejahatan serta mengikuti hawa nafsunya. Kaum mukmin yang bertakwa, akan meraih surga. Di dalamnya ada sungai air mineral, sungai susu yang tidak akan berubah rasanya, sungai khamar yang sangat lezat diminum dan sungai madu yang bersih dan mereka mendapat semua jenis buah-buahan dan ampunan Allah. Kaum kafir dan munafik kekal di neraka dan diberi minum airi mendidih sehingga usus mereka terpotong-potong.
- Kaum munafik tidak bisa memahami Islam karena Allah mengunci mati hati mereka dan mereka mengikuti hawa nafsu. Adapun orang yang mejadikan Al-Qur’an sebagai petunjuk hidup, maka Allah akan tambahkan petunjuk-Nya dan menganugerahkan takwa kepadanya. Kaum munafik itu hanya menunggu kiamat, padahal tanda-tanda kiamat itu sudah ada. Ketahuilah, tidak ada tuhan yang berhak disembah selain Allah. Minta ampunlah kepada-Nya, karena Allah Maha Mengetahui tingkah laku kita.
Memuat versi lengkapnya…