Hari ke-294 · Surah Al-Fath Ayat 24-29
Tadabbur Al-Fath 24–29
Peperangan di tengah Mekah dicegah demi melindungi kaum mukmin yang tinggal di sana, kebanggaan jahiliah dibandingkan dengan ketenangan dan kalimat takwa, lalu watak para sahabat digambarkan.
- Bentrokan di tengah kota Mekah diatur agar tidak terjadi supaya kaum mukmin dan mukminah yang tinggal di sana selamat dari dampak buruk peperangan.
- Kebanggaan jahiliah seperti suku, warna kulit, dan tanah air ada di hati kaum kafir, sementara kaum mukmin diberi ketenangan dan diwajibkan berpegang pada kalimat takwa.
- Mimpi Rasul memasuki Mekah dengan aman terbukti pada penaklukan kota itu tanpa peperangan.
- Para sahabat digambarkan tegas terhadap kaum kafir, saling menyayangi sesama mereka, banyak beribadah, mencari karunia dan rida Allah, dengan bekas sujud tampak di wajah.
- Pertumbuhan mereka diumpamakan benih yang bertunas, menguat, dan tegak kokoh hingga mengagumkan penanamnya, dan perumpamaan itu disebut dalam Taurat serta Injil.
Ayat 24-28 menjelaskan tiga hal:
- Allah mengatur skenario agar tidak terjadi peperangan antara kaum mukmin dengan kaum kafir Qurays di tengah kota Mekah, kendati mereka menghalangi kedatangan Rasul saw. dan kaum mukmin ke Mekkah untuk melakukan ibadah Haji, agar kaum mukmin dan mukminah yang tinggal di Mekkah selamat dari efek negatif peperangan. Allah Mahakuasa memasukkan mereka ke dalam rahmat-Nya.
- Allah jadikan kebanggaan jahiliyah seperti suku, warna kulit, tanah air dan sebagainya dalam hati kaum kafir. Kepada kaum mukmin, Allah turunkan ketenangan dalam hati mereka dan wajibkan pada mereka komitmen pada kalimat takwa “La ilaha illallah”, karena merekalah yang lebih berhak dan patut memilikinya. Semua itu didasari ilmu Allah yang Mahaluas.
- Mimpi Rasul saw. memasuki Mekkah dalam keadaan aman waktu perjanjian Hudaibiyah Allah buktikan saat penaklukan kota Mekah sehingga tidak ada peperangan. Begitulah cara Allah memenangkan agama yang dibawa Rasul-Nya atas segala agama yang ada.
Ayat 29 surat Al-Fath ini menjelaskan Muhammad saw. adalah Rasulullah dan karakter para Sahabat setianya ialah, tegas terhadap kaum kafir, kasih sayang sesama mereka, hidup mereka penuh ibadah, orientasi hidup mereka hanya mencari karunia dan ridha Allah dan di wajah mereka tampak bekas sujud. Pembentukan karakter mereka disebutkan dalam Taurat dan Injil seperti benih yang mengeluarkan tunasnya, menguat, membesar dan tegak kokoh sehingga mengagumkan para petani. Kemunculan para Sahabat tersebut menjengkelkan orang-orang kafir. Allah menjanjikan ampunan dan pahala yang amat besar (surga) bagi kaum mukmin yang bermal saleh.
Memuat versi lengkapnya…