Hari ke-355 · Surah Al-'Adiyat Ayat 1-11 dan Al-Qar’iah Ayat 1-11
Tadabbur Al-'Adiyat 1–11, Al-Qari'ah 1–11
Manusia disebut ingkar sambil menyaksikan keingkarannya sendiri dan sangat mencintai harta, lalu timbangan amal menentukan nasib di hari ketika manusia bertebaran seperti anai-anai.
- Sumpah disebut dengan kuda beserta keistimewaannya, yang menunjukkan hewan itu diciptakan membawa banyak kebaikan bagi manusia hingga hari kiamat, terutama dalam menegakkan agama Allah.
- Banyak manusia ingkar kepada Allah padahal mereka menyaksikan sendiri keingkaran itu, dan mereka sangat mencintai harta.
- Saat dibangkitkan dari kubur tidak ada yang dapat diperbuat, dan hanya iman serta amal saleh yang menolong, sementara isi hati mereka ditampakkan.
- Kiamat digambarkan membuat manusia bertebaran bagaikan anai-anai dan gunung-gunung seperti bulu yang beterbangan.
- Yang timbangan kebaikannya lebih berat memperoleh kehidupan bahagia di surga, sedangkan yang lebih ringan kembali ke neraka dan keluar setelah masa hukumannya selesai.
Ayat 1-9 surah Al-’Adiyat ini menjelaskan bahwa:
- Allah bersumpah dengan kuda yang memiliki berbagai keistimewaan. Hal ini menunjukkan bahwa kuda adalah hewan yang diciptakan Allah membawa kebaikan yang banyak kepada manusia sampai hari kiamat, khususnya dalam menegakkan agama Allah.
- Sungguh manusia banyak yang ingkar pada Allah, sedangkan mereka menyaksikan keingkaran tersebut dan sangat mencintai harta. Sadarlah wahai manusia. Saat dibangkitkan dari dalam kubur tidak bisa berbuat apa-apa. Hanya iman dan amal saleh yang dapat membantu kita.
Ayat 10 dan 11 surah Al-’Adiyat meneruskan ayat sebelumnya terkait saat kiamat. Apa saja yang tersimpan dalam hati mereka akan ditampakkan. Sungguh Allah Maha Teliti terhadap keadaan mereka.
Ayat 1-11 surah Al-Qari’ah menjelaskan bahwa peristiwa kiamat itu sangat dahsayat. Manusia bertebaran bagaikan anai-anai yang bertebaran dan gunung-gunung bagaikan bulu yang beterbangan. Kaum mukmin yang amal kebaikannya lebih berat dari amal kejahatannya, akan mendapatkan kehidupan bahagia, yakni surga. Adapun yang amal kebaikannya lebih ringan dari kejahatannya, maka neraka menjadi tempat kembalinya. Mereka akan keluar setelah masa hukuman selesai.
Memuat versi lengkapnya…