Syariat yang Bersih dan Sehat

“Dan di dalam diri binatang-binatang ternak ada pelajaran buat kalian, kami beri minum kalian dari perut-perut binatang ternak itu, di antara tahi dan darah, susu yang mudah dikonsumsi bagi peminumnya.” (QS Al-An’am 66) .

Dalam peristiwa Isra’ Mi’raj, selepas Nabi Muhammad saw memimpin shalat khusus yang dimakmumi para Nabi dan Rasul sebelumnya, Jibril menyodorkan dua gelas minuman, satu berisi susu dan yang lain berisi khamer (minuman keras). Rasulullah memilih segelas susu. Jibril berkomentar, “Anda mendapatkan petunjuk kepada fitrah, demikian pula umatmu, wahai Muhammad.”

Pernyataan Jibril ini mengisyaratkan bahwa syariah yang dibawa oleh Muhammad saw adalah dilambangkan dengan susu. Susu adalah minuman sehat bergizi tinggi yang sering kita kenal dalam program empat sehat lima sempurna. Susu adalah penyempurna. Susu adalah zat penyempurna bagi pertumbuhan hidup manusia. Individu maupun masyarakat yang memiliki tradisi minum susu akan tumbuh sehat secara fisik. Dalam konteks kesehatan masyarakat, baik fisik maupun mental, pelambangan syariah sebagai susu yang dikontrakan dengan minuman keras tentu memiliki makna yang dalam. Betapa penting arti susu bagi kesehatan individu dan masyarakat, sampai-sampai Allah SWT mengungkapkannya dalam ayat di atas, agar kita bisa mengambil pelajaran darinya.

Imam Az Zamakhsyari dalam tafsirnya Al Kassyaf Juz 2/615 mengatakan bahwa ayat tersebut merupakan pelajaran karena Allah SWT menciptakan susu di antara tahi dan darah yang ternyata tidak membuatnya terkontaminasi oleh kedua zat tersebut, baik warna, bau, maupun kandungan zatnya. Betapa agung kekuasaan Allah SWT dan betapa lembut hikmahnya bagi orang yang memperhatikan dan memikirkannya.

Syariat Islam diturunkan Allah SWT kepada bangsa Arab jahiliyah. Mereka hidup di antara syariat Ibrahim yang telah terkontaminasi dengan berbagai tradisi rusak jahiliyah menyertai penyembahan berhala serta tradisi Yahudi dan Nasrani yang telah jauh menyimpang dari ajaran Nabi Musa maupun Isa. Kitab Taurat maupun Injil telah terkontaminasi oleh tangan-tangan para rahib dan pendeta-pendeta mereka. Syariat Islam mempertahankan akidah tauhid yang dibawa Musa, Isa, maupun Ibrahim, dan para nabi lainnya, sekaligus menyempurnakan seluruh ajaran dan hukum-hukum yang dibawa oleh para Rasul sebelumnya.

Syariat Islam adalah ajaran sempurna yang menghidupkan manusia dengan seluruh sifat kemanusiaannya. Penerapan syariah akan mewujudkan tujuan-tujuan luhur bagi pemeliharaan individu maupun masyarakat manusia, khususnya masyarakat Muslim.


We will be happy to hear your thoughts

Leave a reply