Tadabbur Juz 2 Al-Qur’an: Kandungan Isi dan Konteks Ayat

Tadabbur Qur'an

Juz 2

Tema hidayah terus berjalan sepanjang juz 2 Al-Qur’an. Fokusnya bergerak ke arah hukum-hukum yang diturunkan Allah. Dalam juz ini, Allah menjelaskan kepada kita berbagai hukum Islam yang berkaitan dengan setiap bidang kehidupan. Hukum puasa di bulan Ramadhan, haji, perkawinan, perceraian, peperangan, dan hukum pidana semuanya dirinci. Orang beriman akan berusaha untuk mematuhi hukum-hukum tersebut karena itu semua adalah bimbingan dari Pencipta kita.

Tema hidayah muncul dalam ayat-ayat Ramadhan, di mana Allah mengingatkan kita bahwa Dia menurunkan Al-Qur’an di bulan Ramadhan sebagai huda / petunjuk bagi umat manusia.15 Perhatikan bahwa Allah menyebut Al-Qur’an sebagai petunjuk bagi orang-orang yang bertakwa pada awal surah ini. Kemudian di pertengahan surah, Dia menyebutnya sebagai petunjuk bagi umat manusia. Ini karena pesan itu dimaksudkan untuk seluruh umat manusia dan dapat diakses oleh siapa saja, tetapi hanya yang bertakwa (yang sadar akan Tuhan) yang akan memperhatikan dan mengikutinya.

Tema hidayah mengalir di sepanjang ayat-ayat Ramadhan. Allah menurunkan kitab petunjuk selama bulan petunjuk dan menyeru kita untuk bersyukur kepada-Nya atas petunjuk itu. Ini diikuti oleh sebuah ayat yang mengingatkan kita tentang pentingnya doa. Do’a adalah tema penting lainnya yang mengalir di tiga juz pertama Al-Qur’an.

Dalam juz ini, Allah mengingatkan kita, “Jka hamba-hamba-Ku bertanya kepadamu tentang Aku, maka (katakan kepada mereka) sesungguhnya Aku dekat.”16 Ini adalah pengingat yang indah untuk mendekat kepada Allah melalui do’a. Dia juga mengingatkan kita untuk “masuk ke dalam Islam sepenuhnya, dan jangan mengikuti jejak langkah setan.”17 Bimbingan tidak dapat mengubah kita jika kita memilih-milih aspek mana darinya untuk diikuti. Kita harus tunduk pada bimbingan Allah sepenuhnya untuk merasakan manfaatnya.

Juz 2 berakhir dengan kisah anak-anak Israel ketika mereka meminta seorang raja tetapi kemudian menolak untuk mengikutinya. Akan tetapi, beberapa orang yang bersedia mengikutinya berhasil, meskipun kalah jumlah. Ini adalah pengingat bahwa kesuksesan terletak pada “mengikuti petunjuk Allah”, meskipun hanya sebagian kecil orang yang mengikutinya. Kebenaran akan menang dan “betapa sering kelompok kecil mengalahkan kelompok yang lebih besar dengan izin Allah. Sesungguhnya Allah beserta orang-orang yang sabar.”18

Surah al-Baqarah berakhir di juz 3 tetapi kami akan menyimpulkan tafsir singkat kami di sini sehingga kami dapat fokus pada Surah Al Imran di pembahasan juz berikutnya. Menjelang akhir Surah al-Baqarah, kita menemukan ayat terbesar dalam Al-Qur’an yang dikenal sebagai ayat al-Kursi.19 Ayat al-Kursi adalah doa untuk perlindungan dan pengingat bahwa Allah Maha Besar dan kita terus-menerus membutuhkan Dia.

Surah itu kemudian diakhiri dengan doa yang lain. Ayat penutup merupakan penegasan bahwa kita beriman kepada petunjuk yang diturunkan Allah kepada para nabi-Nya, diikuti dengan do’a yang mengakui bahwa kita lemah dan sering terpeleset. Kita meminta kepada Allah untuk menjaga kita agar tetap teguh di atas bimbingan-Nya dan kita meminta kepada Allah untuk mengabaikan kesalahan-kesalahan dan dosa-dosa kita.20

Surah al-Baqarah seakan menjadi lingkaran penuh dengan doa ini. Dimulai dengan menyatakan bahwa Al-Qur’an adalah petunjuk bagi orang-orang yang bertakwa, kemudian menjelaskan jalan-jalan petunjuk dan kesesatan melalui uraian, kisah, dan hukum. Terakhir, ditutup dengan do’a memohon perlindungan dari kesesatan dan memohon keteguhan hati di jalan yang lurus.

 

Catatan Amaliyah.net :

  1. Buku asli berbahasa Inggris, dapat diunduh secara gratis di sini
  2. Buku ini diterjemahkan dengan bantuan google translate, dengan sedikit modifikasi untuk mendapatkan “rasa bahasa” Indonesia yang lebih baik.
  3. Setiap kutipan terjemahan al-quran, telah dikonfirmasi dengan terjemah Qur’an bahasa Indonesia Kemenag RI
  4. Untuk melengkapi seri tadabbur 30 hari ini, anda juga dapat mengunjungi seri tadabbur qur’an 360
Amaliyah
Logo