Hari ke-16: Tadabbur Surah Al-Baqarah Ayat 191-202

Ayat 191 – 194 menjelaskan, perintah memerangi dan mengusir mereka yang memerangi dan mengusir kaum muslimin. Dilarang berperang di samping Masjid Haram, kecuali jika kaum muslimin diserang. Tujuan berperang dalam Islam untuk menghentikan kejahatan kaum kafir dan agar Islam tegak. Permusuhan hanya dibolehkan terhadap kaum kafir yang memerangi kaum Muslimin. Di bulan haram (Zulqa’dah, Zulhijjah, Muharram dan Rajab) dilarang berperang, kecuali jika kaum Muslimin diserang.

Ayat 195 memerintahkan untuk berinfak dan melarang meninggalkan berjihad karena menimbulkan kehancuran umat Islam. Infak dan jihad itu kebaikan yang Allah cintai.

Ayat 196 menjelaskan, jika terhalang sehingga tidak bisa sampai menunaikan umrah dan haji karena dikepung musuh, maka sembelihlah hewan kurban yang mudah didapat dan cukur kepala (tahallul) setelah hewan itu disembelih. Bagi yang sakit atau dikepalanya penyakit sehingga ia harus mencukur kepalanya, maka ia dikenakan fidyah yaitu, puasa 3 hari, atau sedekah untuk 6 orang miskin atau menyembelih hewan. Bagi yang haji tamattu’ (Ihram umrah dan haji terpisah), maka sembelih hewan jika mudah didapat. Jika tidak, maka berpuasa 3 hari di musim haji dan 7 hari setelah pulang. Bagi yang tinggal di Mekkah tidak boleh haji tamattu’.

Ayat 197 – 202 masih menjelaskan sebagian tata cara ibadah haji. Diantaranya, aktivitas haji itu harus pada bulan-bulan yang telah ditentukan (Syawal, Zulqa’dan dan Zulhijjah). Dalam pelaksanaan haji dilarang berkata porno, fasik dan berbantah-bantah karena akan membatalkan ibadah haji. Ibadah haji adalah latihan berbekal takwa kepada Allah. Dalam musim haji dibolehkan berjual beli.

Saat bertolak dari Arafah menuju Muzdalifah dan Mina, perbanyaklah berzikir kepada Allah dan juga di tempat-tempat suci lainnya, seperti saat tawaf sekitar Ka’bah dan tempat Sa’i antara bukit Shafa dan Marwah. Ingatlah selalu Allah yang telah memberikan hidayah-Nya. Sebelum dapat hidayah-Nya, kita orang-orang yang sesat dari jalan yang hak. Sebab itu, saat bertolak dari Arafah, perbanyaklah beristighfar (meminta ampun) kepada Allah. Yakinlah, dosa-dasa kita diampuni-Nya, karena Allah itu Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.

Setelah menyelesaikan ibadah haji, sebutlah nama Allah dan ingatlah selalu kepada Allah melebihi sebutan dan ingatan kepada orang tua. Sebab itu, ibadah haji mengajarkan kita untuk mengingat Allah dan mencintai-Nya melebihi dari yang lain.

Target utama ibadah haji ialah melatih kita untuk memfokuskan orientasi hidup hanya untuk Allah dan kehidupan akhirat. Ibadah haji akan menyingkap siapa di antara para hujjaj (orang-orang yang sudah menunaikan haji) yang memiliki orientasi hidup dunia saja dan orang-orang yang memiliki orientasi hidup akhirat. Sebab itu, setelah menunaikan haji, orang yang berorientasi duniawi saja dan orang yang mengharapkan kebaikan dunia dan kesuksesan akhirat akan nampak dengan jelas dalam perilaku sehari-hari.

Haji yang mabrur ialah haji yang berhasil merubah perilaku sehingga sesuai syariat Allah dan orientasi hidup menjadi akhirat.

Tafsir

 

We will be happy to hear your thoughts

Leave a reply