Hari ke-28: Tadabbur Surah Ali Imron Ayat 16-29

Ayat 16 dan17 masih meneruskan sifat orang-orang bertakwa pada ayat sebelumnya yaitu, mereka yang selalu meminta ampunan pada Allah dan perlindungan dari azab neraka. Mereka adalah orang yang sabar, jujur, taat, berinfak dan beristigfar di waktu sahur.

Ayat 18-22 menjelaskan, Allah bersaksi tidak ada ilah yang berhak disembah selain Dia. Demikian pula para malaikat dan orang-orang yang diberi-Nya ilmu.  Allah menegakkan keadilan karena Dia Tuhan Mahaperkasa lagi Bijaksana. Sebab itu, agama yang diakui-Nya, setelah Rasul saw. diutus, hanya ISLAM. Ahlul Kitab menolak Islam karena kedengkian dalam diri  mereka. Siapapun yang menolak Islam maka Allah pasti menindaknya.

Jika ada orang yang mendebat kebenaran Islam termasuk dari kalangan Ahlul Kitab, maka kita diminta Allah untuk mengatakan dengan tegas bahwa Rasul saw. dan pengikut setianya menyerahkan sistem hidup sepenuhnya pada

Allah. Itulah dasar agama Islam. jika Anda masuk Islam berarti Anda sudah dapat petunjuk. Jika Anda menolaknya, tidak boleh  mereka dipaksa karena tugas kita hanya menyampaikan Islam dengan jelas dan benar. Allah yang akan memonitor semua prilaku hamba-Nya.

Orang-orang kafir terhadap ayat-ayat Allah, membunuh para Nabi dan orang-orang yang menyeru kepada Islam, Allah siapkan azab neraka untuk mereka, semua amal kebaikan mereka batal dan Allah tidak akan menolong mereka di akhirat. Sebab itu, siapapun yang membenci dan memerangi Islam dan para penyeru (Da’i) kepada Allah, berati ia sedang berhadap-hadapan dengan Allah. Allah pasti menang.

Ayat 23-25 kembali menceritakan sikap dan perilaku Ahlul Kitab. Dalam ayat ini dijelaskan bahwa mereka tidak mau berhukum kepada Kitab Allah, bahkan meninggalkannya. Hal itu terjadi karena mereka berpendapat bahwa meninggalkan Kitab Allah itu hanya akan menyebabkan masuk neraka beberapa hari saja. Pemahaman tersebut disebabkan mereka mengada-ada tentang agama. Mereka lupa bahwa nanti pada hari kiamat akan dikumpulkan dan akan dihitung dengan sempurna apa saja yang mereka lakukan, baik ataupun buruk.

Ayat 26 – 29 menjelaskan dua hal :

  1. Allah adalah Raja di atas segala raja. Semua kekuasaan di tangan-Nya. Dia berikan atau Dia cabut kekuasaan itu kepada dan dari siapa yang dikehendak-Nya. Karena Dialah Penguasa di jagat raya ini. Allah juga yang memasukkan malam ke dalam siang, memasukkan siang ke dalam malam, mengeluarkan yang hidup dari yang mati, mengeluarkan yang mati dari yang hidup dan memberi rezeki kepada siap yang dikehendaki-Nya tanpa perhitungan.
  2. Sebab itu, orang-orang mukmin tidak boleh memberikan loyalitas kepada orang-orang kafir atau mengangkat; mereka menjadi pemimpin, kecuali sangat terpaksa, yakni nyawa taruhannya dan dalam kasus tertentu. Allah akan membiarkan orang-orang atau negeri muslim yang melakukan hal tersebut terlunta-lunta di dunia dan berada di bahwah dominasi kaum kafir. Di akhirat akan mendapatkan azab yang berat. Allah mengetahui apa saja yang  disembunyikan dalam hati, di langit dan di bumi. Dia Berkuasa atas segala sesuatu.

Tafsir

We will be happy to hear your thoughts

Leave a reply