Hari ke-35: Tadabbur Surah Ali Imron Ayat 122-140

Ayat 122-132 menjelaskan bahwa konsekuensi logis keimanan pada Allah itu di antaranya kesiapan menghadapi musuh-musuh Allah saat mereka memerangi atau melakukan berbagai kejahatan terhadap kaum mukmin. Hal seperti itu merupakan ujian bagi keimanan. Pertolongan Allah itu pasti asal kaum mukminin bersabar dan bertakwa pada Allah, seperti yang terjadi pada Perang Badar dan sebagainya, kendati jumlah kaum mukmin sedikit.

Percaturan antara yang hak dengan yang batil adalah sebuah sunnatullah sampai akhir zaman. Kaum mukmin tidak perlu takut dan ragu. Allah memiliki cara untuk memenangkan mereka, karena Dialah pemilik langit dan bumi.

Sebab itu, kaum mukmin diminta taat mutlak kepada Allah, termasuk meninggalkan sistem riba dalam semua transaksi ekonomi dan bisnis. Riba tidak akan pernah menyatu dengan iman dan takwa, seperti yang dijelaskan dalam surah Al-Baqarah ayat 286 dan 287. Sedangkan takwa kepada Allah syarat utama meraih kemenangan.

Kamu mukmin harus menjauhkan diri dari keyakinan, perkataan dan perbuatan yang menyebabkan masuk neraka, karena neraka itu disediakan untuk orang-orang kafir pada Allah dan para rasul-Nya. Taat pada Allah dan Rasul-Nya adalah mutlak, agar meraih kasih sayang Allah.

Ayat 133-140 menjelaskan dua prinsip dasar dalam Islam. Prinsip pertama, kunci sukses di dunia dan akhirat itu adalah iman yang melahirkan takwa pada Allah. Bukti beriman kepada-Nya ialah bersegera mengejar ampunan dan surganya yang seluas langit dan bumi. Sedangkan di antara bukti takwa pada Allah ialah:

  1. Berinfak dalam keadaan lapang dan sulit.
  2. Mampu menahan marah.
  3. Pemaaf pada manusia.
  4. Profesional dalam segala urusan.
  5. Kalau telanjur berbuat dosa atau kezaliman, segera kembali dan bertobat kepada Allah.

Prinsip kedua, dalam kehidupan ini terdapat sunnatullah (ketentuan Allah) bahwa manusia yang beriman dan taat pada Allah tidak akan pernah lepas dari ujian-Nya. Namun, kalau mereka sabar dan selalu menjaga kualitas iman dan ketakwaan pada Allah, bagi mereka kemenangan di dunia dan kesuksesan besar di akhirat, yakni surga-Nya. Kemudian, jika dalam menjalankan dan memperjuangkan ajaran Islam itu mengalami kesakitan, maka kita juga harus ingat bahwa golongan yang memerangi Islam juga banyak berkorban dan mengalami kesakitan pula. Semua itu untuk membuktikan keimanan kita pada Allah.

Tafsir

We will be happy to hear your thoughts

Leave a reply