Hari ke-108: Tadabbur Surah At-Taubah Ayat 112-117

Ayat 112 menjelaskan sifat-sifat orang-orang beriman yang bertransaksi dengan Allah, yaitu, bertaubat, beribadah, banyak salat dan puasa sunnah, ruku’ dan sujud (salat fardhu), melakukan amar ma’ruf dan nahi mungkar dan menjaga hukum-hukum Allah. Kepada mereka, Allah janjikan surga sebagai berita gembira buat mereka.

Ayat 113 dan 114 melarang Rasul Saw. dan kaum mukmin meminta ampukan kaum musyrikin kendati mereka karib kerabat sendiri. Selama mereka memilih syirik dan menjauh dari iman, maka haram hukumnya mendoakan dan memuntahkan ampunan untuk mereka.

Terkait kasus Nabi Ibrahim mendoakan bapaknya, bahwa Nabi Ibrahim memberikan jangka waktu tertentu bagi bapaknya. Ketika Ibrahim melihat bapaknya tetap bertahan menjadi musuh Allah, maka Ibrahim segera berlepas diri (barak) dari bapaknya itu. Sungguh Nabi Ibrahim itu sangat lembut hatinya dan sangat penyayang.

Ayat 115 dan 116 menjelaskan diantara keadilan Allah pada hamba-Nya ialah, Allah turunkan petunjuk (risalah) melalui para Rasul-Nya agar manusia tidak tersesat dalam kehidupan dunia. Namun, jika manusia masih tetap memilih kesesatan setelah risalah tersebut disampaikan kepada mereka, maka Allah akan menyesatkan mereka berdasarkan pilihan mereka sendiri.

Allah Maha Mengetahui siapa yang berhak mendapat petunjuk dan siapa yang berhak mendapatkan kesesatan. Karena, Allahlah pemilik kerajaan langit dan bumi ini. Dialah yang menghidupkan dan mematikan makhluknya, termasuk manusia. Sepantasnyalah manusia tidak memiliki pelindung dan penolong selain Allah Ta’ala.

Ayat 117 menjelaskan bahwa Allah menerima taubat Nabi, kaum Muhajirin dan Anshar yang ikut perang Tabuk yang sangat meletihkan yang jaraknya dari Madinah sekitar 700 km. Karena saking menderitanya mereka, nyaris hati sebagian mereka tidak percaya kepada ajaran Islam. Berkat kasih sayang Allah iman, mereka kepada Allah dan Rasul-Nya menjadi kuat kembali.

Tafsir

We will be happy to hear your thoughts

Leave a reply