Hari ke-120: Tadabbur Surah Hud Ayat 29-45

Hari ke-120: Tadabbur Surah Hud Ayat 29-45

Ayat 29-36 meneruskan kisah dakwah Nabi Nuh yang mencapai selama 950 tahun. Kisah dakwah nabi Nuh ini mengajarkan kepada kita beberapa prinsip dakwah yang diterapkan Beliau  dan juga oleh nabi kita Muhammad Saw. Diantaranya:

  1. Dakwah tidak boleh bertujuan meraih harta. Sedangkan pahala yang Allah janjikan jauh lebih besar dari dunia dan seisinya, yakni surga.
  2. Tidak boleh memilih-milih objek dakwah dari kalangan tertentu, misalnya karena kaya, bangsawan, berpangkat tinggi  dan sebagainya. Tapi fokuskanlah kepada siapa saja yang mencari, datang dan mau menerima dakwah tersebut tanpa melihat status sosialnya. Karena sesungguhnya dia adalah orang sedang merindukan petunjuk jalan yang benar.
  3. Tidak boleh melakukan trik-trik yang bertentangan dengan ajaran Islam seperti, mampu memberikan keberkahan, rezeki dan mengklaim mengetahui yang ghaib, manusia istimewa atau meramal nasib.
  4. Jika mendapat tantangan dari orang yang menolak dakwah tauhid untuk mendatangkan azab, maka katakanlah persoalan tersebut urusan Allah, kami hanya menyampaikan ajaran Allah. Persoalan kapan turunnya azab kepada orang mengingkari Allah, hal itu murni urusan-Nya.
  5. Tidak boleh mengatakan apa yang bukan dari Allah, karena hal tersebut mengadakan kebohongan atas-Nya.

Ayat 37 menjelaskan, Allah mengabarkan kepada Nabi Nuh bahwa kaumnya tidak akan beriman dan mereka akan ditenggelamkan. Maka Nuh pun diperintahkan Allah membuat kapal.

Ayat 38-45 menjelaskan skenario Allah dalam menyelamatkan Nabi Nuh dan pengikutnya yang Mukmin dan bagaimana pula cara Allah menghancurkan kaumnya yang durhaka dan menentang  Allah dan Rasul-Nya.

Allah wahyukan kepada nabi Nuh untuk membuat kapal, karena azab yang akan Allah timpakan pada kaumnya yang durhaka adalah banjir besar sehingga menenggelamkan semua dataran tinggi dan bahkan gunung-gunung. Nabi Nuh diperolok-olok oleh para pemimpin kaum kafir itu karena tidak mengetahui skenario Allah dalam membinasakan mereka. Nabi Nuh menjawab: Jika kalian sekarang mengolok-olokkan kami, maka tidak akan lama lagi kami juga mengolok-olok kalian.

Ketika air sudah mulai meninggi, Allah memerintahkan nabi Nuh untuk membawa ke dalam kapalnya makhluk hidup lainya masing-masing dua pasang. Akhirnya, semua orang yang kafir saat itu ditenggelamkan Allah, termasuk anak Nabi Nuh sendiri. Saat kapal tersebut berlabuh di tengah ombak besar, nabi Nuh melihat anaknya sedang mau tenggelam. Lalu ia memanggilnya masuk ke dalam kapal itu agar selamat. Namun, kekufuran sang anak meyebabkannya menolak tawaran sang ayah dan yakin bisa menyelamatkan dirinya. Lalu anak tersebut tenggelam. Nabi Nuh sedih melihat nasib anaknya dan berdoa agar Allah selamatkan.

Tafsir Ibnu Katsir

We will be happy to hear your thoughts

Leave a reply

Amaliyah
Logo