Hari ke-129: Tadabbur Surah Yusuf Ayat 38-52

Ayat 38-42 meneruskan episode kehidupan Yusuf dalam penjara dan bagaimana kecerdasannya dalam mempengaruhi dua pemuda yang dipenjara bersamanya ke jalan Allah. Yusuf berkata: Saya mengikuti agama bapak-bapakku; Ibrahim, Ishak dan Yakub. Kami tidak menyekutukan Allah dengan apapun. Ini adalah karunia Allah pada kami dan pada semua manusia, tapi sayang  kebanyakan manusia tidak memahaminya.

Wahai sahabat penjaraku! Apakah tuhan-tuhan yang beraneka ragam itu lebih baik, ataukah Alla yang Esa lagi Maha Perkasa? Apa yang kalian sembah itu tidak lebih dari nama-nama yang kalian namakan sendiri dan juga nenek moyang kalian serta tidak ada dasar ilmunya sedikitpun dari Allah. Sungguh hukum itu hanya milik Allah. Dia memerintahkan manusia agar tidak menyembah selain-Nya. Itulah agama tauhid yang lurus. Namun, kebanyakan manusia tidak mau mempelajarinya.

Wahai sahabat penjaraku! Salah seorang diantara kalian akan bebas dari penjara dan akan menjadi pelayan Raja, sedangkan yang satu lagi akan dihukum salib lalu kepalanya akan dimakan burung. Lalu, Yusuf berpesan pada orang yang dia yakini bebas dari penjara itu agar ia melaporkan kepada Raja tentang keadaannya di penjara. Lalu setan menjadikan orang tersebut lupa terhadap pesan Yusuf itu. Hikmahnya, agar Yusuf tidak makan jasa manusia dalam hidup dan berdakwah di jalan Allah dan cukuplah Allah tempat meminta dan berharap. Akhirnya Yusuf dipenjara beberapa tahun sampai Allah  kehendaki.

Ayat 43 menjelaskan babak baru dalam kehidupan Yusuf. Babak ini adalah hasil dari kesabaran Yusuf dalam menghadapi konspirasi saudaranya, godaan istri Raja, tipu daya, dan bahkan penjara.  Babak ini dimulai dengan mimpi sang Raja melihat 7 sapi betina gemuk dimakan 7 sapi kurus dan 7 tangkai gandum yang hijau dan 7 lainnya kering tanpa isi. Raja pun minta para pejabat di sekitarnya untuk menakwilkan mimpi tersebut.

Ayat 44-52 meneruskan cerita sebelumnya  terkait mimpi sang Raja. Para petinggi Raja tidak mampu menakwilkan mimpi itu. Lalu teman Yusuf yang sudah keluar penjara teringat pada Yusuf dan ia berkata: Saya akan kabarkan takwilnya melalu seorang teman yang memiliki ilmu takwil mimpi. Maka utuslah saya menemuinya.

Setelah berjumpa dengan Yusuf ia berkata: Wahai sahabatku yang jujur! Mohon takwilkan mimpi 7 sapi betina gemuk dimakan 7 sapi kurus dan 7 tangkai berisi dan 7 lagi kering, semoga saya kabarkan ke masyarakat supaya mereka memahaminya. Yusuf menyadari yang dimaksud bekas teman penjaranya itu ialah sang Raja, kendati ia memakai kata “masyarakat”. Lalu Yusuf berkata: Kalian bertanam 7 tahun dengan sungguh-sungguh. Hasil panennya biarkan tetap di tangkainya kecuali yang akan kalian makan. Kalian harus berhemat karena akan datang masa paceklik selama 7 tahun. Tahun ke 15, akan banyak hujan dan akan terjadi panen raya. Inilah konsep ekonomi Yusuf (Yusufnomic) dalam menghadapi krisis ekonomi global saat itu.

Mendengar penjelasan tersebut, Raja langsung mengirim utusan untuk mengajak Yusuf bertemu dengannya. Nabi Yusuf menolak sebelum diklarifikasi kasus ia dengan istri Raja dan wanita-wanita yang melukai tangan mereka itu. Mereka dan istri Raja memberi kesaksian bahwa Yusuf bersih. Sekarang nyatalah kebenaran itu dan sayalah yang merayunya, dia adalah benar, kata istri Raja dengan tegas. Yusuf berkata: Sungguh saya tidak pernah berkhianat pada Raja saat dia tidak di rumah dan Allah tidak menolong tipu daya pengkhianat.

 

Tafsir Ibnu Katsir

We will be happy to hear your thoughts

Leave a reply