Hari ke-136: Tadabbur Surah Ar-Ra’d Ayat 14-28

Ayat 14 meneruskan ayat sebelumya. Sebab itu, yang berhak menjadi Tuhan yang disembah dan dimintai pertolongan itu hanya Allah. Tuhan-tuhan yang disembah selain Allah itu tidak bisa berbuat apa-apa. Mereka sama saja dengan orang menjulurkan tangannya ke sumur untuk mengambil air yang jauh di bawah dasarnya. Sampai kapanpun mereka tidak akan meraihnya. Perbuatan itu hanya sia-sia belaka.

Sedangkan ayat 15 – 16 menjelaskan sebagian kebesaran dan kekuasaan Allah. Di antaranya:

  1. Semua jagad raya tunduk dan bersujud kepada Allah secara suka rela ataupun terpaksa, termasuk bayang-bayang di pagi dan sore hari.
  2. Allah adalah Pencipta langit dan bumi. Sebab itu, tuhan-tuhan selain Allah itu tidak akan pernah dapat memberi manfaat atau mudarat. Menyamakan  patung atau tuhan apa saja dengan Allah, sama saja menyamakan orang buta dengan orang yang melihat dan kegelapan dengan cahaya. Atau dalam pikiran mereka rancu antara makhluk (yang diciptakan) dengan Khaliq (Pencipta).
  3. Allah adalah Pencipta segala sesuatu, Esa Maha lagi Perkasa.

Ayat 17, Allah membuat perumpamaan Al-Haq (kebenaran) dengan Al-Bathil (kebatilan). Kebatilan itu bagaikan buih yang mudah hilang dan tidak bernilai. Sedangkan kebenaran itu sesuatu yang bermanfaat bagi manusia dan akan kekal selama ada bumi ini. Itulah Al-Qur’an atau Islam.

Ayat 18 menjelaskan, orang yang menerima ajaran Tauhid dan taat pada Allah akan masuk surga dan orang yang menolaknya akan mendapat neraka Jahannam.

Ayat 19 – 28 menjelaskan 4 hal hal berikut:

  1. Orang yang memahami kebenaran Al-Qur‘an, ia adalah ulul albab (yang berfikir). Sedangkan yang tidak mau memahami kebenaran-Nya adalah orang  buta. Ulul  albab itu ialah :
    1. Memenuhi janjinya mentauhidkan Allah
    2. Menyambungkan tali persaudaraan (kerabat)
    3. Takut pada Allah dan hari perhitungan (kiamat)
    4. Sabar dalam mencari keridhaan Allah
    5. Menunaikan shalat
    6. Berinfak secara rutin
    7. Membalas kejahatan dengan kebaikan.

Ulul albab akan meraih balasan surga Adn bersama orang tua, istri dan anak cucu mereka yang beriman dan beramal saleh. Para malaikat memasukkan mereka melalui tiap-tiap pintu surga  sambi mengucapkan selamat disebabkan kesabaran mereka menjalankan agama Tauhid (Islam). Sedangkan orang-orang yang merusak janji mereka untuk mentauhidkan Allah, memutuskan tali persaudaraan dan melakukan kerusakan di atas bumi, bagi laknat Allah dan akan dimasukkan ke dalam neraka.

  1. Allah melapangkan atau membatasi rezeki siapa yang dikehendaki-Nya. Kehidupan dunia itu dibanding akhirat amatlah tidak berarti.
  2. Orang yang menolak kebenaran Rasul Saw. akan disesatkan Allah, dan yang menerimanya akan diberi Allah petunjuk.
  3. Hati orang beriman tenang dengan zikrullah (mengingat Allah) karena zikrullah adalah obat hati yang paling ampuh jika dipahami dan diamalkan kandungannya.

 

Tafsir Ibnu Katsir

We will be happy to hear your thoughts

Leave a reply