Hari ke-140: Tadabbur Surah Ibrahim Ayat 19-33

Ayat 19 dan 20 menjelaskan agar kita memahami bahwa Allah adalah Pencipta langit dan bumi. Allah telah memusnahkan berbagai kaum terdahulu dan menggantinya dengan generasi baru seperti yang terjadi pada kaum-kaum sebelum Rasul Saw. Hal itu mudah saja bagi Allah.

Ayat 21 menjelaskan di akhirat kelak orang-orang yang tertindas akan memprotes orang-orang yang sombong (penguasa) yang menindas mereka sambil berkata: Dahulu waktu di dunia kami menjadi pengikut kalian. Mampukah kalian melepaskan kami dari azab Allah barang sedikitpun? Orang-orang sombong itu menghindar dan menyalahkan Allah tidak memberi mereka petunjuk. Sekiranya mereka diberi Allah petunjuk, nicaya mereka akan memberikannya pula kepada orang lain. Mereka mengakui, berkeluh kesah atau sabar saat itu sama saja karena tidak ada lagi jalan keluarnya.

Ayat 22 juga menjelaskan setan menghindar dari orang-orang yang disesatkannya saat Allah putuskan bahwa mereka adalah penghuni neraka. Setan berkata : Sesungguhnya Allah melalui para rasul-Nya telah menjanjikan kepada kalian janji yang benar. Saya juga menjanjikan. Kalian menerima janji-janji saya tersebut tanpa paksaan. Sebab itu, jangan kalian mencaciku dan cacilah diri sendiri. Sekarang kita sudah tidak  dapat lagi saling menolong.

Ayat 23 menjelaskan orang-orang beriman dan beramal shaleh akan masuk surga dan meraih penghormatan dan keselamatan.

Ayat 24 menjelaskan perumpamaan kalimat yang baik yakni, kalimat syahadat (لا اله الا الله), bagaikan pohon yang baik; akarnya kokoh dan cabangnya menjulang tinggi ke langit.

Ayat 25 meneruskan ayat sebelumnya  bahwa pohon yang baik itu akan menghasilkan buah setiap saat dengan izin Allah. Demikian pula seorang Mukmin yang menjalankan konsekuensi kalimat syahadat maka akan hidup kokoh dan menghasilkan amal saleh yang banyak dan setiap saat.

Ayat 26 dan 27 menjelaskan perumpamaan kalimat kekufuran dengan pohon yang jelak yang tidak memiliki akar yang kuat dan mudah tercerabut. Allah meneguhkan orang beriman dengan kalimat syahadat (لا اله الا الله) di dunia dan akhirat dan menyesatkan orang kafir itu karena kekafiran dan kemusyrikan mereka.

Ayat 28 – 30 menjelaskan, Allah memerintahkan kita untuk menganalisa orang-orang yang menukar Islam dengan kekufuran dan menggiring masyarakat kepada kehancuran. Tempat tinggal mereka kelak adalah neraka Jahannam, disebabkan mereka menjadikan tuhan-tuhan lain sebagai tandingan Allah untuk menyesatkan manusia dari jalan-Nya. Mereka hanya diberi sedikit kenikmatan dunia dan di akhirat nanti akan dimasukkan ke neraka.

Ayat 31-33 menjelaskan, Allah memanggil hamba-hamba-Nya yang beriman agar menegakkan shalat dan menginfakkan sebagian rezki sebelum datang hari kiamat di mana pada hari itu tidak ada lagi transaksi jual beli dan persahabatan. Karena Dialah yang menciptakan langit dan bumi, menurunkan hujan dari langit, maka dengan air itu Dia keluarkan buah-buahan sebagai rezki bagi kita. Dia memudahkan kapal berlayar di atas laut dan juga di atas sungai-sungai. Dia juga menjadikan matahari dan bulan berputar, malam dan siang silih berganti untuk kebaikan dan kemaslahatan manusia.

 

Tafsir Ibnu Katsir

We will be happy to hear your thoughts

Leave a reply