Hari ke-160: Tadabbur Surah Al-Kahfi Ayat 1-15

Ayat 1-4 surah Al-Kahfi ini menjelaskan Allah lah yang menurunkan Al-Qur’an yang lurus agar dengannya Muhammad Saw. dapat memberikan kabar gembira (surga) bagi kaum Mukmin yang beramal saleh dan kabar takut (neraka) bagi orang yang menuduh Allah memiliki anak. Sebab itu, mengucapkan atau mendoakan keselamatan bagi kaum yang menyekutukan Allah adalah haram.

Ayat 5-8 meneruskan ayat 4 sebelumnya. Tuduhan kaum musyrik dan Ahlul Kitab bahwa Allah memiliki anak itu tidak didasari ilmu, hanya mengikuti warisan nenek moyang saja. Amat besar murka Allah atas tuduhan tersebut. Allah menegur Rasul Saw. agar tidak terlalu sedih jika kaum kafir itu tidak juga beriman. Allah jadikan kenikmatan dunia ini sebagai hiasan untuk mengetahui siapa yang beriman dan beramal saleh. Allah Maha Kuasa menghancurkan semua tumbuh-tumbuhan yang ada di atas bumi dan menjadikannya tandus kering kerontang.

Ayat 8-15 menjelaskan kisah para penghuni gua (Ashabul Kahfi) yang sangat unik sebagai mukjizat dan kebesaran Allah. Sedangkan Al-Qur’an itu jauh lebih besar mukjizat dan keagungannya dari pada kisah tersebut.

Mereka adalah beberapa anak muda yang kuat iman pada Allah. Mereka lari dari kejahatan penguasa zalim di negeri mereka. Lalu Allah tidurkan mereka dalam gua. Mereka selalu meminta rahmat dan jalan lurus dari Allah. Allah teguhkan hati mereka dalam keimanan dan tauhid, kendati kaum dan penguasa negeri mereka menyekutukan Allah. Manusia yang paling zalim ialah yang mengada-ada tentang Allah dengan kebohongan.

Sumber: Mushaf Tadabbur, Fathuddin Ja’far

 

Tafsir Ibnu Katsir

We will be happy to hear your thoughts

Leave a reply