Tadabbur Maryam 1–11
Surah ini dibuka dengan huruf-huruf potong yang maknanya tidak ditafsirkan ulama, lalu masuk ke doa Zakaria yang dikabulkan dengan kelahiran Yahya meski ia sudah tua dan istrinya mandul.
Ayat 1 surah Maryam diawali dengan 5 huruf Hijaiyyah (huruf Arab), yaitu, kaf, ha, ya, 'ain dan shad. Dalam Al-Qur’an terdapat 29 surah yang awalnya dimulai dengan gabungan beberapa huruf seperti ini. Tidak ada yang mengetahui maknanya kecuali hanya Allah. Rasul saw. tidak pernah menjelaskan maksudnya. Demikian juga para sahabat Rasul saw. yang kepada mereka Al-Qur’an diturunkan pertama kali, tidak pernah menjelaskan apa maksudnya. Sebab itu, jumhur ulama tidak berani menafsirkannya. Mereka hanya mengatakan: Allah-lah yang Mengetahui maksudnya.
Ayat 2 - 11 menjelaskan sebuah kisah yang amat menarik, yakni Nabi Zakaria. Nabi Zakaria salah seorang hamba yang disayangi Allah. Terbukti, doanya untuk mendapat keturunan yang akan mewarisi hartanya dan mewarisi kenabian dari keluarga Yakub dikabulkan Allah kendati ia sudah tua bangka dan kepalanya diputihi uban, bahkan istrinya mandul pula.
Allah kabulkan doa Zakaria dengan memberinya seorang anak bernama Yahya. Sebagai manusia, Zakaria kaget melihat istrinya yang mandul itu hamil. Allah pun menjawabnya: Bagi Tuhan Penciptamu sangat mudah. Bukankah Aku ciptakan engkau wahai Zakaria sebelumnya dari tidak ada?
Maka, Zakaria sangat yakin dengan firman Allah tersebut. Namun demikian ia meminta kepada Allah diberikan tanda ia akan mendapat keturunan. Allah menjelaskan tandanya ialah Zakaria tidak bicara dengan kaumnya selama tiga malam. Kemudian ia keluar dari mihrab (tempat ibadahnya) sambil memberikan isyarat agar kaumnya bertasbih kepada Allah di waktu pagi dan petang.
Hikmah yang dapat kita ambil dari pengalaman hidup Nabi Zakaria ialah:
Sumber: Mushaf Tadabbur, Fathuddin Ja'far
Memuat versi lengkapnya…