Hari ke-266: Tadabbur Surah Al-Mukmin Ayat 41-49

Ayat 41-49 meneruskan kisah lelaki mukmin dari keluarga Fir’aun. Ia menjelaskan: Wahai kaumku. Mengapa aku menyeru kalian kepada keselamatan dunia dan akhirat? Karena yang mampu menyelamatkan manusia itu hanyalah yang Mahaperkasa dan Maha Pengampun. Sedangkan kalian menyeruku kepada ke neraka, kafir pada Allah dan menyekutukan-Nya yang tidak dapat dipahami akal sehat dan tidak ada dasar ilmunya.

Sudah pasti tuhan-tuhan yang kalian sembah itu tidak ada manfaatnya sedikitpun di dunia, apalagi di akhirat kelak. Sedangkan tempat kembali kita semua adalah kepada Allah. Sesungguhnya orang yang melampau batas-batas Allah dengan melanggar sistem hidup manusia yang diciptakan-Nya pasti menjadi penguni neraka. Nanti kalian semua akan menyadari apa yang aku katakan ini dan aku serahkan semua urusanku hanya kepada Allah. Sesungguhnya Allah Maha Melihat detil-detil perilaku hamba-hamba-Nya.

Allah selamatkan lelaki mukmin tersebut dari kejahatan makar Fir’aun. Sedangkan Fir’aun dan para pengikutnya dikepung oleh azab yang paling buruk. Ditenggelamkan Allah di laut merah dan di dalam kubur dihadapkan pada api neraka setiap pagi dan sore serta di akhirat nanti dimasukkan ke dalam azab neraka yang paling keras.

Di dalam neraka, orang-orang yang tertindas seperti pengikut Fir’aun dan sesal mereka, berkata kepada yang menindas dan menyombongkan diri seperti Fir’aun dan sejenisnya: Dulu kami waktu di dunia menjadi pengikut setia kalian. Apakah kalian menanggung sebagian azab neraka? Orang-orang yang menyombongkan diri menjawab: Kita semua sudah di dalam neraka dan Allah telah putuskan perkara hamba-Nya. Kami tidak bisa berbuat apa-apa. Lalu mereka berkata kepada para penjaga Jahannam: Mohonlah pada Tuhan Pencipta kalian agar Dia meringankan azab kami barang satu hari saja.

 

Tafsir Ibnu Katsir

We will be happy to hear your thoughts

Leave a reply