Hari ke-281: Tadabbur Surah Ad-Dukhan Ayat 1-39

Ayat 1 surat Ad-Dukhan terdiri dari 2 huruf Hijaiyyah (huruf Arab), yaitu, ha dan mim. Dalam Al-Qur’an terdapat 29 surah yang awalnya dimulai dengan gabungan beberapa huruf seperti ini. Tidak ada yang mengetahui maknanya kecuali hanya Allah. Rasul saw. tidak pernah menjelaskan maksudnya. Demikian juga para sahabat Rasul saw. yang kepada mereka Al-Qur’an diturunkan pertama kali, tidak pernah menjelaskan apa maksudnya. Sebab itu, jumhur ulama tidak berani menafsirkannya. Mereka hanya mengatakan: Allah-lah yang Mengetahui maksudnya.

Ayat 2-18 surat Ad-Dukhan ini menjelaskan beberapa hal :

  1. Al-Qur’an diturunkan pertama kali malam lailatul qadr yang penuh berkah. Pada malam itu Allah jelaskan semua perkara dengan bijaksana sebagaimana terjadi juga pada rasul-rasul sebelumnya. Al-Qur’an itu rahmat terbesar Allah untuk manusia sampai akhir zaman. Dia Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui. Pencipta langit, bumi dan apa saja diantara keduanya.
  2. Orang yang memahami kekuasaan Allah pasti meyakini tidak ada tuhan yang berhak disembah selain Dia, Menghidupkan dan Mematikan. Allah adalah Tuhan Pencipta semua manusia. Namun, kaum musyrik itu meragukan-Nya. Anehnya, mereka pernah datang kepada Rasul saw. untuk diselamatkan dari musim kemarau. Setelah Allah selamatkan dari kemarau, mereka kembali menyekutukan Allah, menuduh Rasul saw. berguru pada orang gila. Lalu, Allah azab mereka  dengan yang lebih besar di perang Badar. Sebelum mereka, Fir’aun telah membangkang kepada Musa, Rasul yang mulia dan amanah. Musa meminta agar Fir’aun menyerahkan Bani Israil yang dijajah berabad-abad itu dikembalikan kepada-Nya, karena ia adalah rasul yang amanah.

Ayat 19-32 menjelaskan tiga hal berikut :

Meneruskan kisah Nabi Musa dengan Fir’aun sebelumnya. Dari kisah tersebut dapat dipahami:

  1. Fir’aun menyombongkan diri pada Allah, kendati melihat kebesaran Allah melalui mukjizat yang dibawa Musa.
  2. Sebagai manusia, Musa takut terhadap kejahatan Fir’aun. Sebab itu ia meminta perlindungan hanya pada Allah dan mengadukan kezaliman Fir’aun kepada-Nya.
  3. Allah merekayasa azab untuk Fir’aun dan prajuritnya dengan cara yang tidak  mereka duga, yaitu menyuruh Musa dan pengikutnya melarikan diri di malam hari ke arah laut merah. Di laut merah itulah Fir’aun dan prajurutnya dibinasakan. Tamatlah riwayat kesombonganya. Pangkat, kekayaan dan kekuasaan Fir’aun tidak berguna dalam menghindar dari azab Allah. Semuanya

Allah wariskan ke generasi berikutnya. Begitulah cara Allah menyelamatkan Bani Israil dari kejahatan Fir’aun. Ayat 34-39 menjelaskan, kaum musyrikin Mekah tidak percaya manusia dibangkitkan pada hari kiamat. Mereka meminta buktinya agar Rasulullah menghadirkan orang tua mereka yang sudah mati. Sebelumnya, Allah hancurkan kaum Tubba’ disebabkan dosa yang sama. Allah tidak ciptakan langit, bumi dan apa diantara keduanya main-main, tapi dengan hak. Kebanyakan manusia tidak mengetahuinya.

 

Tafsir Ibnu Katsir

We will be happy to hear your thoughts

Leave a reply