Hari ke-76: Tadabbur Surah Al-An’am Ayat 138-146

Ayat 138-142 masih menjelaskan kekeliruan keyakinan kaum musyrikin. Di antaranya:

  1. Meyakini binatang dan hasil tanaman tertentu hanya boleh dimakan orang tertentu.
  2. Ada binatang ternak yang tidak boleh dijadikan kendaraan.
  3. Ada yang boleh disembelih tanpa menyebut nama Allah.
  4. Ada kandungan binatang ternak yang hanya boleh untuk kaum lelaki dan haram untuk para istri. Jika kandungan itu lahir dalam keadaan mati, mereka yakini halal bagi lelaki dan perempuan. Semua keyakinan dan anggapan itu adalah kebohongan terhadap Allah, dan mereka akan mendapatkan siksa yang berat. Pemahaman itu juga berpengaruh terhadap pembunuhan anak-anak mereka.

Orang yang tidak mau menerima kehadiran anaknya dengan alasan takut miskin adalah orang yang bodoh karena menuduh Allah tidak mampu memberinya rezki. Tindakan tersebut sesat dan jauh dari hidayah Allah. Bagaimana mungkin Allah tidak mampu memberi anak-anak yang lahir dan bahkan manusia itu rezeki, padahal Dialah yang menumbuhkan berbagai jenis tanaman yang merambat dan yang tidak merambat, pohon kurma, tanaman yang beraneka ragam buahnya, zaitun, delima yang serupa dan yang tidak serupa dan berbagai buah-buahan yang dapat dimakan.

Tunaikan kewajiban zakat setelah dipanen dan jangan berlebih-lebihan dalam mengonsumsinya karena Allah tidak suka kepada mereka yang berlebih-lebihan. Demikian pula binatang ternak ciptaan Allah. Ada yang untuk kendaraan, dan ada yang untuk dimakan. Semua itu rezeki dari Allah. Maka meyakini dan memenej rezeki tanpa mengikuti sistem Islam adalah perbuatan setan. Setan akan dengan gembira jika manusia mengikuti langkah-langkahnya.

Ayat 143-146 masih menjelaskan kesesatan sistem jahililah terkait binatang ternak seperti pada ayat-ayat sebelumnya. Untuk mementahkan argumentasi mereka yang tidak berdasar ilmu itu, Allah memerintahkan Nabi Muhammad Saw. agar mereka bisa membuktikannya. Caranya dengan mengumpulkan 8 ekor binatang ternak terdiri dari dua pasang domba dan dua pasang kambing. Kemudian minta penjelasan dari orang-orang musyrik itu yang mana yang diharamkan Allah? Yang jantan ataukah yang betina? Atau yang ada dalam perut yang mana? Jelaskan jika kalian orang-orang yang benar? Atau dua pasang unta dan dua pasang sapi. Yang jantan atau betina yang mana atau yang dalam perut yang mana yang diharamkan? Apakah kalian menyaksikan ketika Allah menetapkan sistem-Nya terkait binatang ternak itu.

Sangat besar kezaliman orang yang mengadakan kebohongan atas Allah untuk menyesatkan manusia tanpa ilmu. Kezaliman seperti itu dan kezaliman dalam bentuk lain menjadi penghalang seseorang atau masyarakat dari mendapat hidayah Allah.

Allah memerintahkan Nabi Muhammad untuk menjelaskan sistem-Nya terkait binatang ternak. Yang diharamkan Allah itu adalah bangkai, darah dan daging babi dan se perti yang dijelaskan dalam surat Al-Baqarah ayat 173 dan Al-Maidah ayat 3 dan 4. Alasan diharamkan adalah karena kotor dan pelanggaran atas aturan Allah. Kecuali orang yang darurat dan bukan sengaja serta hanya sekedar untuk menyelamatkan jiwa. Orang-orang Yahudi diharamkan Allah banyak hal karena kedurhakaan dan pembangkangan mereka kepada Allah seperti, segala hewan yang punya kuku, lemak sapi dan lemak kambing kecuali yang melekat di punggungnya atau perut besar atau yang tercampur dengan tulangnya. Yang demikian itu adalah balasan kedurhakaan mereka kepada Allah dan Rasul-Nya.

Tafsir

We will be happy to hear your thoughts

Leave a reply