Trinitas dan Asmaul Husna

Pertanyaan:
Setahu saya, Trinitas adalah doktrin yang bertolak belakang dengan ajaran Tauhid karena meyakini adanya tiga Tuhan yaitu Tuhan Bapa, Tuhan Anak dan Roh Kudus. Beberapa waktu yang lalu seorang evangelis menjelaskan kepada saya bahwa pandangan itu tidak benar: Menurutnya, doktrin ketuhanan Trinitas itu sama dengan doktrin Asmaul Husna dalam aqidah Islam yang meyakini adanya 99 nama pribadi Allah. Jika doktrin Trinitas, disebut musyrik (mempersekutukan dengan Tuhan) karena meyakini tiga nama Tuhan, maka umat Islam lebih musyrik lagi karena meyakini adanya 99 oknum Tuhan yang disebut Asmaul Husna. Bagaimana cara menjelaskannya?
Bagus, Malang ]awa Timur (bagus_malang@excite.com)

Jawaban:
Inti ajaran semua agama samawi (Yahudi, Nasrani dan Islam) yang dibawa oleh para Nabi adalah tauhid (mengesakan Tuhan dalam beribadah). Semua Nabi memiliki kesamaan dalam risalah tauhid. Tidak seorang Rasul pun yang menyimpang dari dakwah tauhid. Karena Allah mengutus semua Nabi untuk berdakwah kepada manusia agar beribadah hanya kepada Allah saja.

“Dan Kami tidak mengutus seorang rasul pun sebelum kamu melainkan Kami wahyukan kepadanya: “Bahwasanya tidak ada Tuhan (yang hak) melainkan Aku, maka sembahlah olehmu sekalian akan Aku” (Qs Al-Anbiya’ 25).

Semua agama dan semua Nabi mengajarkan Tauhid, ajaran yang menyimpang dari Tauhid jelas menyimpang dari ajaran para Nabi. Nabi yang mengajarkan ajaran non Tauhid pasti Nabi palsu.

Tauhid ada tiga macam, yaitu:
1. Tauhid Rububiyah (mengesakan Allah sebagai Rabb yang mencipta, memberi rezeki, menguasai dan mengatur segenap makhluk di alam semesta),
2. Tauhid Uluhiyah (mengesakan Allah dengan beribadah hanya kepada-Nya), dan
3. Tauhid asma’ wa shifa (mengesakan nama-nama dan sifat-sifat Allah Ta’ala dengan mengimani nama-nama dan sifat-sifat Allah yang telah ditetapkan sendiri oleh Allah SWT berdasarkan Al-Qur’an dan As-Sunnah).

Menyamakan konsep Asmaul Husna dalam Islam dengan doktrin ketuhanan Trinitas dalam Kristen adalah tindakan yang sangat ceroboh dan tidak berdasar. Karena keduanya jelas bertolak belakang dengan empat perbedaan yang paling mendasar.

Pertama, dalam Asmaul Husna terdapat 99 nama dan sifat Allah yang Esa, sedangkan dalam Trinitas ada tiga oknum Tuhan yang berbeda bentuk/wujud.
Asmaul Husna berarti nama-nama Allah yang terbaik. Istilah lainnya adalah Ismullah al-A’dham yang berarti nama-nama Allah yang agung.
Dialah Allah, tidak ada Tuhan (yang berhak disembah) melainkan Dia. Dia mempunyai Al-Asmaul Husna (nama-nama yang baik)” (Qs. Thaha 8).
Dalam hadits yang shahih disebutkan bahwa Allah memiliki 99 nama: “Sesungguhnya Allah mempunyai 99 nama, seratus kurang satu. Tiadalah seseorang menghafalkan kecuali dia akan masuk sorga. Dia itu Tunggal dan menyukai yang tunggal” (HR. Bukhari dan Muslim).

Secara detail, Rasulullah saw menyebutkan 99 asmaul husna
ini dalam hadits riwayat Tirmidzi, antara lain: Allah (yang tidak ada Tuhan selain-Nya), Ar-Rahman (Maha Pengasih), Ar-Rahiim (Maha Penyayang), Al-Malik (Maha MerajaD, Al-Qudduus (Maha SueD, As-Salaam (Maha Menyelamatkan), Al-Mu’min (Maha Pemelihara Keamanan), Al¬Muhaymin (Maha Penjaga), Al-‘Aziiz (Maha Mulia), Al-Jabaar (Maha Perkasa), Al-Mutakabbiu (Maha Megah), Al-Khaaliq (Maha Pencipta), Al-Baariu (Maha Pembuat), Al¬Mushawwir (Maha Pembentuk), Al¬Ghaffaaru (Maha Pengampun), dan lain seterusnya.
Meski Allah memiliki 99 nama yang disebut Asmaul Husna, bukan berarti bahwa Allah itu terdiri dari 99 oknum/pribadi, karena pemilik nama-nama itu adalah Allah yang Maha Esa (Al-Ahad). Allah juga tidak menampakkan diri dalam 99 wujud, karena Allah dalam akidah Islam adalah Maha Gaib (Al-Ghoib) dan Maha Tersembunyi (Al-Bathin) yang tidak dapat ditangkap dengan indera makhluk-Nya (Qs Asy-Syura 42:11).
Dalam akidah Islam, mengenal Asmaul Husna adalah satu keharusan, karena setiap berdoa dan beribadah kepada Tuhan harus menyebut nama-nama tersebut, misalnya: Ya Allah, Ya Rohman, Ya Rahim, Ya Hayyu Ya Qayyum, Ya Robbal Alain, dan seterusnya.
Hanya milik Allah Al-Asmaul Husna, maka bermohonlah kepada¬Nya dengan menyebut asmaul husna itu … ” (Al-A’raf 180).
Katakanlah: “Serulah Allah atau serulah Ar-Rahman, dengan nama yang mana saja kamu seru, Dia mempunyai Al-Asmaul Husna (nama¬nama yang terbaik). .. ” (Qs. Al-Isra’ 110).
Jelaslah bahwa Asmaul Husna dalam akidah Islam bukanlah suatu kemusyrikan, melainkan kemurnian Tauhid yang tidak dimiliki oleh agama lain.

Hal ini bertolak belakang dengan doktrin Trinitas (tri-unitas = tiga tapi tunggal) dalam iman kristiani yang mengimani adanya tiga oknum Tuhan, yaitu Allah Bapa, Allah Anak (Yesus) dan Allah Roh Kudus.
Dalam The Catholic Encyclopedia, Gereja Katolik Roma menjelaskan definisi Trinitas sbb:
The Trinity is the term employed to signify the central doctrine of the Christian religion … Thus, in the words of the Athanasian Creed: ‘the Father is God, the Son is God, and the Holy Spirit is God, and yet there are not three Gods but one God.’
In this Trinity… the Persons are co-eternal and co-equal: all alike are uncreated and omnipotent
. ”
(Tritunggal adalah istilah yang digunakan untuk menyatakan doktrin utama agama Kristen … Jadi, dalam kata-kata Kredo (Athanasia: ‘sang Bapa adalah Allah, sang Anak adalah Allah, dan Roh Kudus adalah Allah, namun tidak ada tiga Allah melainkan satu Allah.’ Dalam Tritunggal ini. .. Pribadi-Pribadinya sama kekal dan setara: semuanya tidak diciptakan dan mahakuasa).
Rumusan di atas hampir diterima oleh semua gereja. Gereja Orthodoks Yunani menyebutnya sebagai “the fundamental doctrine of Christianity” (doktrin dasar dari Kekristenan). Dalam buku Our Orthodox Chlistian Faith, gereja ini berkata:
God is triune. The Father is totally God. The Son is totally God. The Holy Spirit is totally God.” (Allah adalah suatu kesatuan tiga serangkai. Sang Bapa adalah Allah sepenuhnya, Sang Anak adalah Allah sepenuhnya, dan Roh Kudus adalah Allah sepenuhnya). (Bersambung)
A. Ahmad Hizbullah MZ (ahmadhizbullah@gmail.com)

2 Comments
  1. Info tambahan ttg TRINITAS bisa dibaca di: http://www.facebook.com/note.php?saved&&suggest&note_id=425341156904&id=151567588688
    Semoga bermanfaat, Tuhan Yesus memberkati.

    • admin & bapak budiman lee yang saya hormati. saya sudah membaca komentar note facebook di atas. saya adalah seorang muslim dan sangat menghargai setiap perjalanan kitab suci apapun itu. di note tadi saya baca ada perkataan trinitas, elohim, yahweh, firman & roh kudus merujuk beberapa ayat di perjanjian lama & baru. di kalangan ilmiah muslim, setiap perkataan atau nama perlu definisi yang tegas & jelas, diketahui yang mengatakan & jelas sumber serta dasar teorinya. mohon dijelaskan & saya mohon admin juga menjelaskan menurut islam sehingga jelas maksud perkataan di atas sehingga dapat diterima. karena di dalam islam, terbiasa dengan uji validasi alias sanad & kesahihan teori. sumber injil (versi mana), konsensus (ijma) siapa, & mencapai derajat apa (sahih, dhaif, atau bahkan maudhu), benarkah sampai (benar dikatakan oleh) yesus (isa) berdasar kajian kristian sendiri dan sebaiknya dihindari perasaan, angan2 & hati yang diyakin-yakinkan seolah2 pencerahan yang didapat benar2 seperti wahyu Tuhan yang disampaikan kepada para rasul dengan bukti2 nyata karena sekalipun saudara kristen tidak mengakui muhammad sekalipun, tafsir terhadap kitab suci tidak boleh dilakukan secara serampangan oleh orang per orang tanpa metode yang jelas. terima kasih.

Leave a reply