Tentang Waktu – Jalan menghindari kerugian

Waktu adalah suatu yang tadinya tidak ada dan tercipta saat terjadinya big bang bersamaan dengan terciptanya ruang. Menurut Einstein kelengkungan ruang dan waktu membentuk gaya gravitasi (tarik menarik). Waktu merupakan resource yang tidak dapat terbaharukan karena kita tidak bisa kembali ke masa lalu, sehingga pemanfaatan waktu menjadi kunci utama dalam meraih kesuksesan.
Hal ini demikian penting sampai-sampai Allah untuk menjelaskan cara meraih sukses diawali dengan sumpah-Nya mengatasnamakan waktu,”Demi Waktu (Wal Ashr)”, Sesungguhnya semua manusia berada dalam kerugian, kecuali:

1. Orang-orang yang beriman. Maksudnya memiliki dan yakin terhadap visi, orientasi, tujuan hidup

2. dan orang-orang yang mengerjakan amal shaleh.
Maksudnya setelah memiliki visi harus mampu melakukan eksekusi. Dalam eksekusi kadang perlu dilakukan transformasi, jadi mungkin bisa juga diartikan maka bertransformasilah kamu dalam mengerjakan perbuatan baik yang bermanfaat. Jangan puas dengan cara2 yang selama ini pernah dilakukan, apalagi kalau cara tersebut tidak membawa hasil optimal.Sebuah sindiran dari Albert Einstein terhadap yang tidak mau bertransformasi: Insanity is doing the same thing over and over again and expected different result.Mungkin itulah kita, berharap mendapatkan hasil yang besar tapi dengan cara yang sama yang selama ini terbukti tidak optimal.Susah berubah, mungkin karena mengikuti hukum kelembamannya Newton.

3. Dan saling menasehati dalam kebenaran
Dalam eksekusi manusia harus saling tolong menolong dan menasehati untuk menggunakan cara-cara yang benar, yaitu yang efektif (bisa mencapai tujuan) dan efisien (tidak banyak melakukan kesia-siaan, memberi manfaat maksimal). Cara yang tidak efektif & efisien digambarkan di Al Quran seperti pekerjaan seorang wanita tua yang pagi hari memintal benang, kemudian sore hari benang tersebut diuraikan lagi, banyak berbuat tapi sedikit manfaat, yang didapat hanya capek.
Jadi eksekusi/kebaikan yang dilakukan dengan susah payah kita hancurkan sendiri sebelum mencapai tujuan.Sehingga sering sekali orang mengalami masalah yang berulang-ulang dalam hidupnya, seolah-lah dia selalu ditimpa kesialan yang sama. Tidak terjadi perkembangan ke arah yang lebih baik.

4. Dan saling menasehati dalam kesabaran
Kesabaran berarti konsisten, tidak mudah menyerah. Karena dalam eksekusi mencapai tujuan pasti banyak hambatan sehingga hanya orang-orang yang konsistenlah yang bisa mencapai tujuan. Karena konsistensi sulit, maka saling menasehati / mengingatkan menjadi sangat penting untuk menjaga motivasi dengan menghidupkan jiwa.

Dua hal terakhir ada kata-kata saling menasehati, artinya dalam proses juga harus siap menerima kritik dan melakukan kritik,karena kritik (antitesa) akan membangun sintesa-sintesa baru yang diperlukan dalam bertransormasi. Sikap yang tidak suka dikritik akan menjadikan manusia rugi, karena akan terkurung dalam kebodohannya sendiri.Pengetahuan dan pemahamannya tidak berkembang.

Singkatnya, agar menjadi orang beruntung maka manfaatkalah waktu segera, jangan menunda-nunda masalah dalam pencapaian tujuan dengan melakukan transformasi dalam eksekusi, saling mengingatkan agar menggunakan cara-cara efektif dan efisien, serta harus konsisten tidak mudah menyerah.

“Ada 3 hadiah utama dari Allah bagi siapapun yang melupakan-Nya: sibuk tiada henti, kurang tiada cukup,dan rugi tiada untung”

We will be happy to hear your thoughts

Leave a reply