Berzakatlah pada yang terdekat

Berzakatlah pada yang terdekat

Zakat adalah salah satu faktor yang berguna untuk mengatasi kesukaran-kesukaran terkait dengan potensi sumberdaya ekonomi seseorang. Zakat misalnya, dapat diberikan kepada para pemilik hutang, meskipun ia bukaanlah seorang yang fakir misalnya. Tentu saja di sini kita sedang membicarakan tentang zakat maal (zakat harta).

Karena zakat mal tidak mesti diberikan kepad mereka yang kekurangan makan, maka ia dapat digunakan untuk memulai sebuah usaha. Dengan demikian zakat mal tidak mesti harus diberikan kepada mereka yang benar-benar kekurangan, namun pemanfaatan zakat mal dapat memperhatikan unsur kapabitas seseorang, termasuk mempertimbangkan unsur kekerabatan.

Pertimbanganbangan ini sesuai dengan hadits Rasulullah SAW yang diriwayatkan melalui Hakim bin Hazm RA. Yang mennceritakan bahwa Nabi SAW bersabda, “Tangan yang di atas (pemberi) lebih baik daripada tangan yang di bawah (penerima). Mulailah dari orang-orang yang banyak tanggungannya; dan sebaik-baik sedekah adalah yang diambil dari sisa kebutuhan sendiri. Barangsiapa menjaga kehormatannya dan keluargaanya, maka Allah akan mennjaganya dan barangsiapa merasa cukup, maka Allah akan mencukupkan kebutuhannya.” (HR. Bukhari Muslim)

Hadits ini juga mengindikasikan bahwa Rasulullah SAW menempatkan perhatian dan kepedulian secara proporsional. Artinya seseorang yang memerlukan pertolongan sedikit, tidaklah perlu ditolong dengan banyak-banyak. Sementara seseorang yang berpotensi dapat menolong orang banyak, namun mengalami kendala, maka kita pun perlu memmbantunya untuk menyelesaiikan kendala yang dihadapiinya. Sehingga ia dapat menolong orang lain dengan lebih sempurna.

Jika saja misalnya ia kekurangan modal finansial (keuangan) untuk menghidupi sebuah lembaga pendidikan dakwah misalnya, maka ia pasti sangat terbantu juga mendapatkan suntikan dana demi memajukan lembaga yang sedang dikelolanya. Nah dalam hal ini zakat mal menjadi sangat penting untuk disalurkan dengan sebaik mungkin agar semakin banyak umat Islam yang dapat terbantui berdasarkan kadar kebutuhannya.

Salah satu hal yang termasuk dalam kadar proporsional dalam pemmbagian zakat adalah unsur kedekatan. Apabila masih banyak sanak saudara dan teman-teman dekat kita yang membutuhkan bantuan, alangkah indahnya jika zakat dapat membantu meringankan beban mereka. Sementara jika saja para tetangga di sekeliling kita juga masih banyak yang selalu beIjuang untuk menutupi keputuhan-kebutuhan pokokknya dengan bersusah payah, alangkah bahagianya,jika zakat dapat meringankan beban mereka. Termasuk yang paling berhak atas zakat kita adalah para pekerja yang membantu kesuksesan karir dan usaha.

Hal ini sesuai dengan sabda Rasululah SAW, “Bersedekahhlah!” Lalu seorang laki-laki berkata: “Wahai Rasulullah, aku mempunyai satu dinar?” Beliau bersabda: “Bersedekahlah pada dirimu sendiri.” Orang itu berkata: “Aku mempunyai yang lain.” Beliau bersabda: “Sedekahkan untuk anakmu.” Orang itu berkata: “Aku masih mempunyai yang lain.” Beliau bersabda: “Sedekahkan untuk istrimu.” Orang itu berkata: “Aku masih punya yang lain.” Beliau bersabda: “Sedekahkan untuk pembantumu.” Orang itu berkata lagi: “Aku masih mempunyai yang lain.” Beliau bersabda: “Kamu lebih mengetahui penggunaannya.” (HR. Abu Dawud dan Nasa’i).

Mulailah dari sekarang kita perhatikan sekeliling kita dan berzakatlah sesuai dengan tuntunan Rasulullah SAW.

We will be happy to hear your thoughts

Leave a reply

Amaliyah
Logo