Hari ke-45: Tadabbur Surah An-Nisa’ Ayat 38-51

Hari ke-45: Tadabbur Surah An-Nisa’ Ayat 38-51

Ayat 38-43 masih menjelaskan beberapa hal terkait rumah tangga, seperti orang yang berinfak dengan riya’ itu adalah orang yang keimanannya pada Allah dan akhirat bermasalah karena disebabkan mengikuti anjuran setan seperti yang dijelaskan dalam surat Al-Baqarah ayat 268 sebelumnya. Lalu Allah mempertanyakan, apa sih ruginya jika kita beriman pada Allah dan akhirat itu dengan keimanan yang mendalam dan menginfakkan sebagian rezeki yang diberikan-Nya kepada kita? Malah yang akan terjadi sebaliknya, Allah akan memberikan ganjaran kebaikan yang sangat besar. Ingatlah, di akhirat nanti kita akan mempertanggung jawabkan semua amal perbuatan kita, baik maupun buruk. Pada hari itu kita tidak akan mampu lagi mencari-cari alasan. Orang yang kafir pada Allah nanti akan menyesal, namun penyesalannya sudah amat terlambat. Kemudian, Allah menjelaskan beberapa hal seperti, dilarang shalat dalam keadaan mabuk (sebelum diturunkannya ayat yang mengharamkan khamar), orang sedang berhadas besar tidak boleh duduk di masjid, kecuali sekedar lewat. Jika sakit atau sedang musafir kalau tidak dapat air untuk bersuci maka bertayamum.

Ayat 44 kembali menjelaskan perilaku Ahlul Kitab yang sengaja memilih kekesatan dalam hidup dan menginginkan kamu Muslimin tersesat pula sebagaimana mereka.

Ayat 45, Muslimin harus berhati-hati terhadap musuh yang selalu ingin menyesatkan dan mencelakai mereka. Allah mengetahui mereka, lalu Dia kabarkan. Sebab itu, jadikanlah Allah Pelindung dan Penolong agar terhindar dari tipuan mereka. Ayat 46, sebagian Yahudi menyimpangkan wahyu dari tujuannya. Mereka berkata: kami dengar namun menolaknya. Mereka berkata buruk untuk mencela agama. Allah laknat mereka sehingga hanya sedikit yang masuk Islam. Ayat 47 menghimbau Ahli Kitab agar mengimani Al-Qur’an sebelum Allah hukum mereka dengan mengubah wajah atau melaknat mereka. Keputusan-Nya tidak ada yang mampu melawannya.

Ayat 48, Allah tidak mengampuni dosa syirik yang terbawa mati. Sedangkan dosa yang lain bisa saja Allah ampuni bagi orang yang Dia kehendaki. Sebab itu, ayat 49 mewanti-wanti kita agar tidak mengklaim diri bersih seperti Yahudi. Mintalah pertolongan-Nya agar Dia membantu kita untuk membersihkan diri dari syirik dan dosa lainnya.

Ayat 50 dan 51 mengajak kita mengamati Ahli Kitab merekayasa atas Allah, terjebak beriman kepada setan dan Thagut, dan mengatakan lebih lurus jalan hidupnya dari kaum Mukmin.

Tafsir

We will be happy to hear your thoughts

Leave a reply

Amaliyah
Logo