Hari ke-48: Tadabbur Surah An-Nisa’ Ayat 80-91

Ayat 80-86 menjelaskan perbedaan antara orang-orang Mukmin sejati dengan orang-orang munafik dalam menyikapi kewajiban berperang di jalan Allah. Menaati Rasulullah adalah syarat mutlak menaati Allah. Orang-orang munafik selalu mencari-cari alasan, bahkan di belakang Rasulullah mereka menyatakan pendapat yang tidak berasal dari Rasulullah. Allah perintahkan Rasul-Nya menjauhi mereka. Kalau saja mereka mau mentadabburi Al-Qur’an pasti iman mereka menjadi benar dan kuat, karena Al-Qur’an itu benar-benar dari Allah. Sebab itu tidak akan ada satupun isinya yang salah atau saling bertentangan. Orang-orang munafik itu juga suka membuka rahasia dan menyebarkan berita buruk di kalangan masyarakat, tanpa menanyakannya kepada Rasul atau kepada orang yang terkait. Sebab itu, hanya karena karunia Allah sajalah kita dapat terhindar dari kejahatan mereka. Allah mengingatkan kaum Muslimin untuk berperang itu di jalan Allah. Kalaulah perang itu di luar kemampuan manusia, pasti Allah tidak wajibkan. Allah memerintahkan Nabi Muhammad memotivasi kaum Mukmin untuk berperang, karena hanya dengan itulah kejahatan orang-orang kafir dapat dicegah dan dihentikan. Allah menjanjikan kebaikan kepada orang yang menolong manusia dari kezaliman dan sebaliknya, akan menghukum para pelaku kezaliman dengan hukuman yang amat berat.

Ayat 86 mewajibkan kita untuk menjawab salam sesama Muslim dengan jawaban yang lebih baik, minimal sama dengan yang diucapkan pemberi salam.

Ayat 87-91 masih menjelaskan hal-hal terkait dengan orang-orang munafik dan sikap yang harus diambil kaum Muslimin terhadap mereka. Allah menekankan agar kaum Muslimin tidak perlu ragu dan berselisih pendapat tentang kaum munafik itu. Seperti apapun usaha kita untuk mengupayakan merek agar dapat hidayah sudah tidak mungkin karena Allah telah menjerumuskan mereka ke dalam kesesatan disebabkan perbuatan mereka sendiri. Allah juga akan menghimpunkan semua manusia di hari kiamat nanti. Pada hari itu akan diputuskan semua perkara. Yang beriman dan beramal saleh akan mendapat balasan surga dan yang kafir dan munafik akan mendapatkan neraka.

Sebenarnya orang-orang munafik itu ingin kaum Mukmin kafir dan tersesat sebagaimana mereka tersesat. Sebab itu Allah melarang kaum Mukmin untuk mengangkat mereka menjadi penolong atau pemimpin sampai mereka mau hijrah atau kembali ke jalan Islam yang benar. Kalau mereka berpaling, maka Allah memerintahkan memerangi mereka kecuali jika mereka sudah ada perjanjian damai atau datang untuk berdamai. Ada juga kelompok munafik yang lain yang berpura-pura meminta perlindungan dan keamanan dari kaum Mukmin untuk mereka dan kaum mereka. Namun jika mereka diajak memerangi kaum Mukmin mereka pun ikut. Terhadap kelompok seperti ini, maka Allah memerintahkan untuk menangkap dan membunuh mereka di mana saja mereka ditemukan. Allah telah memberikan kekuasaan penuh kepada kaum Mukmin untuk menghadapi kaum munafik seperti itu.

Tafsir

We will be happy to hear your thoughts

Leave a reply