Hari ke-47: Tadabbur Surah An-Nisa’ Ayat 66-79

Ayat 66 – 70 menegaskan bahwa semua apa  yang telah menjadi keputusan dan ketentuan Allah adalah untuk kebaikan manusia dan pelajaran yang baik bagi mjereka, seberat apapun keputusan dan ketentuan  tersebut. Sedangkan mentaati keputusan dan ketentuan Allah itu adalah sumber kebaikan, kekuatan jiwa, balasan yang besar dan petunjuk jalan yang lurus. Orang-orang yang mentaati Allah dan Rasul-Nya mereka itulah yang termasuk ke dalam golongan para Nabi, shiddiqin (orang-orang yang benar keiaman mereka), para syuhadak (mati syahid di jalan Allah), dan orang-orang shaleh. Mereka itu adalah teman yang terbaik di dunia dan juga di akhirat kelak. Yang demikian itu adalah karunia Allah yang diberikan-Nya kepada orang-orang yang layak menerimnya.

Ayat 71  dan 74 menejelaskan beberapa prinsip yang harus dilaksanakan kaum Mukmin saat menghadapi peperangan.

  1. Wajib waspada terhadap serangan musuh.
  2. Pergi berperang boleh dengan berkelompok-kelompok atau bersama-sama (jumlah besar).
  3. Berperang itu harus di jalan Allah yakni untuk menegagkkan kalimat dan agama Allah, bukan untuk tujuan harta, kekuasaan dan pencaplokan suatu wilayah.
  4. Perintah memerangi orang-orang yang menukar kehidupan dunia dengam akhirat.
  5. Orang yang mati atau menang berperangan di jalan Allah akan meraih syurga Allah di akhirat kelak.

Ayat 72 dan 73 Allah menjelaskan fakta bahwa ada juga dari kalangan Muslim itu yang bersikap plin plan yakni, saat kaum Mukmin dapat musibah mereka bahagia karena merasa selamat. Namun jika kaum Mukmin itu menang dan mendapat banyak hart arampasan perang, mereka menyesal tidak ikut.

Ayat 75-79 masih menjelaskan tentang sebab dan tujuan berperang dalam Islam dan hubungan antara perang dan kematian. Adapun di antara sebab berperang dalam Islam ialah karena terjadi penindasan oleh orang-orang kafir terhadap kaum Muslim sehingga terjadi kezaliman di mana-mana dan penindasan terhadap manusia. Adapun tujuan berperang dalam Islam tidak lain adalah di jalan Allah dalam rangka menumpas kezaliman dan menegakkan agama Allah yang adil, yakni Islam. Berbeda dengan orang-orang kafir, tujuan mereka berperang adalah karena taat pada ṭagut baik setan maupun hawa nafsu duniawi.

Sebab itu, sebelum berperang di jalan Allah maka kaum Muslimin harus terlebih dulu menyiapkan diri dan mental memalui salat, zakat dan berbagai ibadah lain, karena berperang itu adalah kewajiban yang amat berat dan di dalamnya terdapat godaan yang amat besar pula, baik dari dalam diri maupun dari luar diri. Karenanya, jangan meminta-minta berperang sebelum skenario Allah tiba.

Adapun perang dan kematian tidak ada hubungannya sama sekali. Di mana saja kita pasti mati, karena kematian itu kaitannya hanya dengan ajal atau ketetapan Allah. Kalau ajal seseorang sudah tiba, kematian pun terjadi dan tidak akan mengenal tempat dan waktu. Sebab itu janganlah takut mati.

Tafsir