Hari ke-53: Tadabbur Surah An-Nisa’ Ayat 141-154

Masih terkait dengan orang-orang munafik, ayat 141-147 membeberkan prilaku buruk mereka terhadap Rasulullah dan kaum Muslimin. Di antaranya, mengharapkan kaum Muslimin mendapat bencana, namun jika kaum Muslimin meraih kemenangan mereka mengklaim bagian dari kaum Muslimin. Jika kaum Muslim kalah, mereka berkata yang sama kepada orang-orang kafir.

Orang-orang munafik itu mencoba menipu Allah, lalu Allah menipu mereka. Kalau mereka salat, dilakukan dengan malas-malasan, mereka ingin dipuji manusia (riya’) dan tidak bisa berzikir pada Allah kecuali sedikit saja. Mereka ragu-ragu sehingga tidak menjadi Mukmin yang loyal pada Allah dan Rasul-Nya dan tidak pula loyal penuh pada orang-orang kafir. Allah melarang keras orang-orang Mukmin mengangkat orang-orang kafir dan munafik sebagai pelindung atau pemimpin. Orang munafik itu akan menempati kerak api neraka, kecuali jika mereka taubat, memperbaiki diri, berpegang teguh pada Al-Qur’an dan Sunnah Rasul Saw dan menunaikan semua ajaran Islam dengan ikhlas. Kalau hal-hal tersebut mereka lakukan, maka mereka dianggap menjadi bagian orag-orang beriman. Sesungguhnya Allah tidak akan mengazab manusia jika mereka bersyukur dan beriman pada Allah dengan iman yang benar dan mantap, karena Allah itu adalah Maha Penerima syukur hamba-Nya dan mengetahui kebutuhan-kebutuhan mereka.

Ayat 148-152 menjelaskan sebagian kriteria orang-orang kafir dan orang-orang beriman. Di antara kriteria orang-orang kafir itu ialah:

  1. Terang-terangan berkata atau berbuat kejahatan.
  2. Mengingkari Allah, para rasul-Nya,  dan membeda-bedakan antara Allah dan para rasul-Nya.
  3. Beriman kepada sebagian  rasul atau sebagian Kitab Allah dan mengingkari sebagian rasul atau sebagian Kitab-Nya.
  4. Ingin mendapatkan keuntungan duniawi dari perilaku-perilaku tersebut. Balasan mereka adalah azab yang menghinakan, yakni neraka.

Sedangkan di antara kriteria orang beriman ialah beriman kepada Allah dan semua rasul-Nya dan tidak membeda-bedakan di antara para rasul itu. Balasan mereka adalah pahala, ampunan dan kasih sayang Allah.

Ayat 153 dan 154 menjelaskan perilaku Ahlul Kitab yang meminta kepada Muhammad saw. agar Allah menurunkan Kitab khusus untuk mereka. Jauh sebelumnya mereka telah pula meminta kepada Nabi Musa lebih besar dari itu, yakni melihat    Allah dengan mata kepala mereka. Lalu mereka disambar petir karena kezaliman yang mereka lakukan. Mereka juga menjadikan anak sapi sebagai sesembahan setelah turun Taurat pada mereka.

Allah juga mengangkat bukit Tursina di atas kepala mereka sebagai ancaman bagi mereka agar komitmen dengan  Taurat. Mereka diperintahkan masuk ke pintu Baitul Maqdis dengan bersujud, dilarang menangkap ikan pada hari Sabtu dan mereka telah berjanji pada Allah untuk menaati semua itu.

Tafsir

 

We will be happy to hear your thoughts

Leave a reply