Hari ke-54: Tadabbur Surah An-Nisa’ Ayat 155-170

Ayat 155-162 kembali menjelaskan perilaku dan karakter Ahlul Kitab. Diantaranya:

  1. Mengingkari janji.
  2. Menolak ayat-ayat Allah, termasuk Al-Qur’an.
  3. Membunuh para nabi.
  4. Mereka mengatakan hati mereka tertutup.
  5. Menuduh Maryam dengan tuduhan keji (berzina),
  6. Mengklaim telah membunuh Isa putra Maryam.
  7. Suka berselisih tentang yang tidak ada ilmunya.
  8. Mengikuti persangkaan.
  9. Semua mereka akan mempercayai Isa setelah diturunkan menjelang kiamat.

Akibat kezaliman yang dilakukan oleh orang-orang Yahudi itu dan penghalangan mereka terhadap manusia dari jalan Allah, maka Allah menghukum mereka dengan mengharamkan semua yang baik yang sebelumnya dihalalkan pada mereka. Demikian juga dengan kesukaan mereka makan riba yang sudah dilarang dan memakan harta manusia dengan jalan batil, maka Allah siapkan buat mereka azab yang pedih (neraka).

Orang-orang yang mendalam ilmunya dari kalangan Ahlul Kitab dan kaum Mukmin dari umat Nabi Muhammad  saw. beriman kepada Al-Qur’an dan Kitab-kitab sebelumnya, menegakkan salat, membayar zakat, beriman pada Allah dan hari akhirat, maka Allah memberikan kepada mereka pahala yang besar (surga). Sebab itu, konsep iman dan syariat Ahlul Kitab yang diterima Allah ialah yang sesuai dengan Nabi Muhammad saw.

Ayat 163-170 menjelaskan dua hal yang sangat penting.

  1. Pertama, terkait dengan ketetapan dan kehendak Allah mengangkat Rasul Saw. sama dengan para rasul sebelumnya sejak Nabi Nuh, Ibrahim, Ismail, Ishak, Yakub, anak cucunya, Isa, Ayyub, Yunus, Harun, Sulaiman dan Daud, dengan tugas yang telah ditentukan-Nya dan dibekali dengan Kitab Petunjuk Hidup bagi manusia agar mereka selamat di dunia dan akhirat. Allah ceritakan sebagian rasul itu kepada Nabi Muhammad saw. Tujuan   Allah mengutus mereka ialah sebagai pemberi kabar gembira bagi yang beriman dan kabar takut bagi yang kafir serta agar manusia tidak punya alasan untuk kafir pada Allah. Allah dan para malaikat bersaksi terhadap Al-Qur’an yang diturunkan kepada Nabi Muhammad saw.  Allah turunkan Al-Qur’an itu dengan ilmu-Nya. Cukuplah Allah sebagai saksi.
  2. Kedua, orang yang menolak atau kafir pada para rasul dan Kitab-kitab-Nya, termasuk Al-Qur’an dan menghalang-halangi manusia dari jalan Allah, sungguh ia sesat yang jauh. Orang yang kafir, zalim dan musyrik tidak akan diampuni Allah dan tidak diberi petunjuk kecuali ke jalan nereka Jahannam dan kekal di dalamnya.  Hal tersebut bagi Allah mudah saja.

Allah menyeru manusia bahwa Dia telah mengutus Rasul Saw. dengan membawa Al-Qur’an. Beriman kepada keduanya adalah yang terbaik bagi  mereka. Kafir pada keduanya tidak akan mengurangi sedikitpun kepemilikan Allah atas langit dan bumi.

Tafsir

We will be happy to hear your thoughts

Leave a reply