Hari ke-58: Tadabbur Surah Al-Maidah Ayat 14-23

Ayat 14-17 kembali menyoroti berbagai perilaku Ahlul Kitab. Di antara mereka ada yang mengatakan bahwa kami adalah kaum Nasrani. Kami mengakui telah mengambil janji mereka dengan Allah dan Rasul-Nya, namun mereka tetap saja tidak mengindahkan larangan-larangan Alllah dan Rasul mereka. Akibatnya, Allah tanamkan dalam diri mereka permusuhan dan kebencian sesama mereka sampai hari kiamat. Pada hari itu, Allah akan buka semua amal perbuatan mereka.

Allah menyeru Ahlul Kitab sambil menjelaskan bahwa Muhammad saw. itu adalah Rasul-Nya dan telah hadir di antara mereka. Di antara misinya ialah menjelaskan banyak hal dari isi Taurat dan Injil yang disembunyikan dibiarkan oleh para ulama mereka. Al-Qur’an itu juga Allah turunkan untuk Ahlul Kitab yang berfungsi sebagai cahaya yang menerangi hidup mereka dan Kitab yang menjelaskan sistem hidup.

Sebab itu, Allah hanya akan memberikan petunjuk Al-Qur’an itu kepada siapa yang mencari rida-Nya dan jalan keselamatan (Islam). Dengan demikian mereka akan Allah keluarkan dari berbagai kegelapan jahililah kepada cahaya-Nya atau cahaya Islam dan membimbing mereka ke jalan yang lurus (Islam).

Allah sangat murka dan menganggap telah kafir orang yang mengatakan bahwa Allah adalah Isa Ibnu Maryam atau menyatu dengan Isa anak Maryam. Ini adalah pemahaman wihdatul wujud yang sangat dimurkai Allah. Yang meyakininya adalah kafir. Karena mustahil Allah sebagai Khalik atau Pencipta menyatu dengan makhluk (yang diciptakan)-Nya. Bagaimana mungkin hal itu terjadi? Kalau Isa itu menyatu dengan Allah, kenapa ia merasakan banyak kesulitan dalam dakwahnya, demikian pula Ibunda Maryam.

Allah memerintahkan Rasul saw. untuk mengatakan kepada kaum Nasrani: Siapakah gerangan yang mampu menahan kehendak Allah jika Ia berkehendak untuk mencelakakan atau mematikan Isa, ibundanya Maryam dan semua manusia di atas bumi ini? Kalau Isa itu tuhan atau Allah, mengapa ia tidak bisa menghindari kematian dan berbagai kesulitan? Karena diantara sifat Tuhan yang Hak itu ialah tidak bisa dicelakakan atau dibinasakan oleh siapapun dan oleh apapun. Ingatlah, Allah itu pemilik alam semesta. Dia menciptakan apa saja yang dikehendaki-Nya dan Dia Mahakuasa atas segala sesuatu.

Ayat 18-23 masih menjelaskan beberapa hal terkait Ahlul Kitab:

  1. Orang-orang Yahudi dan Nasrani mengklaim mereka adalah anak-anak Allah dan para kekasih-Nya. Lalu, Allah jawab: Jika kalian benar demikian, kenapa kalian diazab disebabkan dosa-dosa yang kalian lakukan? Kalian itu tak lebih dari manusia biasa seperti manusia lainnya. Allah akan ampuni atau azab siapa yang dikehendaki-Nya. Bumi dan langit adalah milik-Nya dan kepada-Nya kalian semua dikembalikan.
  2. Nabi Muhammad Saw. diutus Allah menjadi rasul-Nya untuk semua manusia termasuk Ahlul Kitab, setelah terputus masa kerasulan Isa a.s. Hal tersebut agar tidak ada lagi alasan bagi Ahlul Kitab bahwa Allah tidak mengutus Rasul-Nya setelah Nabi Isa. Inilah Muhammad saw. datang kepada umat manusia dengan membawa berita gembira bagi orang yang beriman kepada Allah dengan konsep tauhid dan beriman dengan syariat Rasul Muhammad Saw. dan peringatan bagi orang yang kafir dan menolak hal-hal tersebut. Kedatangannya adalah atas dasar kehendak Allah.
  3. Nabi Musa mengingatkan kaumnya agar mensyukuri nikmat Allah yang begitu banyak seperti lahirnya para Nabi dari kalangan mereka, para raja dan bahkan Allah menganugerahkan kepada mereka apa yang tidak dianugerahkan kepada orang lain di seluruh dunia seperti makanan dari surga.
  4. Mentalitas Bani Israel sangat rusak dan hancur. Terbukti, saat Nabi Musa menyuruh mereka untuk memasuki Palestina (bumi yang disucikan Allah) yang berdasarkan perintah Allah dan tidak boleh ragu sedikitpun, maka mereka menjawab: Tidak mungkin kami bisa masuk Palestina karena di sana ada kaum yang gagah perkasa. Kami akan masuk ke sana setelah mereka keluar dari Palestina.
  5. Terdapat dua orang dari Bani Israel yang memiliki keimanan yang lurus dan takut kehilangan nikmat Allah dan mengajak mereka ke Palestina melalui pintu gerbangnya agar  menang. Tawakkal kepada Allah bukti adanya iman.

Tafsir

We will be happy to hear your thoughts

Leave a reply