Hari ke-62: Tadabbur Surah Al-Maidah Ayat 58-70

Ayat 58-64 menjelaskan kenapa haram hukumnya menjadikan Yahudi, Nasrani dan orang-orang kafir lainnya menjadi pemimpin. Diantara sebabnya ialah :

  1. Mereka memperolok-olokkan salat.
  2. Mereka memerangi kaum muslimin karena beriman kepada Allah, kepada Al-Qur’an dan Kitab-Kitab sebelumnya.
  3. Dalam sejarah manusia, Ahlul Kitab adalah makhluk Allah yang paling buruk di sisi-Nya sehingga dilaknat dan ada yang diubah Allah menjadi monyet, babi dan para pengabdi setan.
  4. Mereka menyembunyikan kemunafikan dan kekufuran di tengah-tengah kaum mukmin. Allah Mahatahu apa yang mereka sembunyikan.
  5. Kebanyakan mereka berkompetisi dalam permusuhan, dosa dan memakan harta yang haram.
  6. Ulama mereka tidak mau melakukan nahi munkar di kalangan internal mereka.
  7. Orang-orang Yahudi itu mengatakan Tangan Allah itu terbelenggu.
  8. Allah melaknat mereka akibat ucapan tersebut. Allah Maha Pemurah, Dia berikan karunia-Nya sesuai kehendak-Nya. Al-Qur’an itu menambah pembangkangan dan kekufuran mereka. Allah tanamkan permusuhan dan kebencian di antara mereka sampai kiamat. Mereka sumber peperangan dan kerusakan di atas muka bumi.

Ayat 65 dan 66 masih menjelaskan Ahlul Kitab. Sekiranya mereka beriman dan bertakwa kepada Allah dengan konsep yang dibawa Nabi Muhammad Saw., pasti Allah ampunkan segala dosa mereka dan masukkan ke dalam surga-Nya. Sekiranya Ahlul Kitab itu dahulu menegakkan isi Taurat dan Injil dengan benar dan konsisten, pastilah Allah turunkan rahmat dan karunia-Nya kepada mereka dari berbagai penjuru. Namun disayangkan sedikit sekali dari mereka yang jujur dan taat dan kebanyakan di antara mereka yang beriman.

Ayat 67 – 70  menjelaskan, Allah memerintahkan Nabi Muhammad Saw.  menyampaikan semua isi Al-Qur’an secara benar dan konsisten. Tidak boleh ada yang disembunyikan atau diselewengkan. Allah menjamin perlindungan-Nya terhadap beliau dari berbagai ancaman pembunuhan dari manusia. Terbukti jaminan Allah tersebut benar. Kendati Nabi Muhammad menghadapi berbagai upaya pembunuhan, akhirnya beliau wafat di rumahnya di samping Masjid Nabawi di Madinah setelah menunaikan amanah Islam dengan sempurna.

Allah tegaskan kembali bahwa Ahlul Kitab tidak bernilai di sisi-Nya karena tidak mkenegakkan isi Taurat dan Injil. Siapa saja dari kaum mukmin, kaum Yahudi, kaum Sabiin maupun kaum Nasrani, jika mereka benar-benar beriman kepada Allah dengan konsep tauhid, dan beriman pada hari akhirat serta banyak beramal saleh maka tidak perlu mereka takut akan ancaman Allah, baik di dunia maupun akhirat.

Pengalaman mengajarkan bahwa janji mereka dengan Allah dan kedatangan para Rasul Allah kepada mereka selalu mereka tolak atau mereka bunuh karena tdak sesuai dengan hawa nafsu mereka. Standar kehidupan mereka adalah syahwat dunia, bukan kebenaran.

Tafsir

We will be happy to hear your thoughts

Leave a reply