Hari ke-70: Tadabbur Surah Al-An’am Ayat 53-68

Ayat 53 – 59 menjelaskan:

  1. Allah menciptakan berbagai kondisi masnusia, seperti ada yang kaya ada yang miskin, ada yang kuat dan ada yang lemah dan sebagainya sebagai ujian bagi mereka untuk mengetahui siapa yang bersyukur.
  2. Mengimani Al-Qur’an sebagai petunjuk hidup akan menyebabkan turunnya rahmat Allah. Di antara rahmat-Nya, jika seorang yang beriman itu berbuat dosa karena tidak mengetahuinya, kemudian ia bertobat dan memperbaiki diri, maka Allah pasti menerima tobatnya.
  3. Berbagai penjelasan Allah dalam Al-Qur’an itu agar jelas jalan kesesatan, dosa dan jalan hidayah, tauhid dan iman.
  4. Jalan hidup Nabi Muhammad Saw. dan orang beriman itu adalah jalan Tauhid, sangat jelas, ilmiah dan sistem hukumnya dari Allah. Sedangkan jalan hidup pembangkang itu adalah jalan kemusyrikan dan hawa nafsu. Sebab itu, tidak ada alasan manusia untuk menolaknya disebabkan Nabi saw. adalah manusia biasa. Memang, sebagai manusia, Nabi Muhammad itu tidak bisa menyegerakan azab yang diminta oleh orang-orang yang mengingkarinya. Begitu juga terkait dengan kunci-kunci gaib itu tidak diketahuinya. Yang mengetahuinya Allah semata. Maka tidak ada pula alasan tidak beriman kepadanya dan Al-Qur’an yang dibawanya dengan alasan ia adalah manusia biasa.
  5. Allah satu-satunya Pemilik. Dia mengetahui apa saja di laut dan di darat. Tidak satu pun daun yang jatuh yang tidak diketahui-Nya. Benih di kegelapan bumi, basah dan kering semuanya tersimpan dalam kitab catatan-Nya.

Ayat 60 – 67 meneruskan ayat sebelumnya terkait kekuasaan dan ilmu Allah yang meliputi segala sesuatu. Dia mematikan manusia sementara saat mereka tidur. Kalau nyawa merekat tidak Allah kembalikan, pasti mereka mati. Sebab itu, Islam mengajarkan doa sebelum tidur yang intinya kalau Allah matikan mohon diampunkan dan kalau Allah kirim nyawa kembali mohon dijaga dengan baik. Allah mengetahui semua yang dikerjakan manusia, dan akan menjelaskannya di akhirat secara detil.

Allah menguasai manusia. Dia menugaskan malaikat untuk menjaga mereka sampai ajal mereka tiba. Setelah ajal tiba, ada malaikat maut yang ditugaskan Allah mematikan manusia. Tak seorang pun yang bisa lolos dari kematian, siapa pun dia.

Hanya Allah yang mampu menyelamatkan manusia saat berada dalam bahaya di darat dan laut dan dari segala kesulitan. Allah juga mampu mengirimkan azab dari atas langit dan dari bawah bumi, menciptakan manusia bergolong-golongan yang saling berperang. Allah menyimpan segala informasi tentang manusia, dan memperlihatkannya kepada mereka di akhirat. Lalu, apa alasan manusia menyekutukan Allah? Kenapa mereka tidak juga bisa memahami Kekuasaan dan Keperkasaan Allah tersebut?

Ayat 68 menyuruh kaum Mukmin meninggalkan dan menjauhi orang-orang yang memperolok-olok Al-Qur’an dan ajaran Islam. Setan berupaya melupkan kaum Mukmin tentang masalah tersebut.

Tafsir Ibnu Katsir

We will be happy to hear your thoughts

Leave a reply