Hari ke-99: Tadabbur Surah At-Taubah Ayat 14-20

Ayat 14 – 16 meneruskan ayat sebelumnya terkait berperang di jalan Allah dan menjelaskan tujuan perang dan jihad di syariatkan. Di antaranya:

  1. Allah ingin mengazab dan menghinakan orang-orang kafir melalui tangan tangan kaum mukmin.
  2. Allah ingin menolong kaum mukmin dengan memberikan kemenangan pada mereka dan melegakan hati mereka serta menghilangkan kemarahan dalam hati kaum mukmin.
  3. Allah ingin  menjadikan  perang dan jihad itu sebagai sarana dakwah agar orang-orang  kafir  bertobat  pada  Allah dan masuk Islam dengan baik.

Ayat 17 dan 18 menjelaskan kriteria orang-orang yang berhak memakmurkan Masjidil Haram, termasuk masjid-masjid lainnya:

  1. Beriman  kepada  Allah  dan akhirat  serta  tidak  menyekutukan  Allah dengan  apapun dan  siapapun karena perbuatan syirik itu membatalkan semua amal kebaikan dan pelakunya akan menjadi penghuni  neraka  dan  mereka kekal di dalamnya.
  2. Menegakkan salat, yakni salat  fardhu  lima  kali sehari  berjamaah di  masjid, khususnya bagi kaum laki-laki mukmin.
  3. Menunaikan kewajiban zakat dan tanggung  jawab  sosial  lainnya.
  4. Tidak  takut  kepada  siapa  pun  kecuali hanya kepada  Allah, karena  dalam  memakmurkan masjid pasti ada saja orang-orang munafik yang tidak setuju dengan menyebarkan isu negatif dan melakukan berbagai kegiatan kontaproduktif dengan para pengurus masjid tersebut. Sebab itu, diperlukan mental yang kuat menghadapi mereka. Kuncinya, ketakutan itu hanya pada Allah. Bila empat sifat ini dimiliki seorang mukmin, maka ia termasuk orang yang mendapat petunjuk Allah.

Sedangkan ayat 19 dan 20 menjelaskan  bahwa  iman,  hijrah  dan  jihad  di jalan Allah tidak sama pahalanya dengan memberi minum  jamaah  haji,   karena ketiga hal tersebut jalan meraih derajat yang  paling  tinggi  di  sisi  Allah  dan  juga jalan  meraih kemuliaan  Islam,  kaum Muslimin  dan memelihara eksistensi negeri mereka sepanjang masa.

Tafsir

We will be happy to hear your thoughts

Leave a reply