Hari ke-98: Tadabbur Surah At-Taubah Ayat 1-13

Hari ke-98: Tadabbur Surah At-Taubah Ayat 1-13

Surah At-Taubah dinamakan juga dengan Bara’ah. Artinya, Allah dan Rasul-Nya memutuskan hubungan perjanjian dengan kaum musyrikin Mekkah. Kaum mukmin diminta bersiap-siap memasuki era perang total dengan mereka. Surah ini yang terakhir diturun-kan Allah. Ayat 1- 6 menjelaskan beberapa hal penting terkait kaum musyrikin Mekkah:

  1. Allah meminta Rasul saw. dan kaum Muslimin untuk memutuskan hubungan damai dengan kaum musyrikin Mekkah. Allah hanya memberi tenggang waktu empat bulan saja sejak perintah ini diturunkan. Setelah itu akan ada perang besar-besaran dengan mereka.
  2. Waktu tenggang empat bulan itu ialah dari tanggal 20 Zulhijjah sampai 10 Rabiul Akhir. Jika dalam masa itu kaum musyrik melakukan pelanggaran perjanjian atau membantu kaum lain memerangi Rasulullah dan kaum muslimin, maka perjanjian dengan mereka batal.
  3. Allah mengisyaratkan dengan kuat bahwa kaum musyrikin Mekkah akan dikalahkan kaum mukmin dalam waktu dekat.
  4. Setelah masa tenggang selesai, Allah memerintahkan Rasulullah saw. beserta kaum muslimin untuk memerangi, menangkap, mengepung dan menundukkan kaum musyrikin di mana saja mereka berada. Jika mereka masuk Islam, menegakkan salat dan menunaikan zakat maka mereka tidak boleh diperangi lagi.
  5. Kalau ada diantara kaum musyrikin yang meminta perlindungan maka wajib dilindungi, bacakan padanya Al-Qur’an, kemudian antarkan ia ke tempat yang aman.
  6. Perang terhadap kaum kafir harus ada alasan yang kuat  dan dilandasi takwa, kasih sayang, tidak boleh membabi buta, harus menaati aturan-aturan Allah.

Ayat 7-13 masih meneruskan beberapa hal penting terkait kaum musyrikin Mekkah.

  1. Allah melarang melakukan perjanjian dengan kaum musyrikin Mekkah, kecuali meneruskan perjanjian Hudaibiyah. Perjanjian Hudaibiyah itu pun dengan syarat jika mereka jujur dalam pelaksanaannya.
  2. Allah menjelaskan alasan-alasan yang mengharuskan Rasulullah dan kaum muslimin memerangi kaum musyrikin Mekkah. Di antaranya: a) Mereka tidak mengindahkan hubungan kerabat. b) Tidak menepati janji. c) Manis pembicaraannya saja, dalam hati mereka penolakan yang luar biasa. d) Mereka adalah orang-orang penentang Allah dan Rasul-Nya. e) Mereka adalah orang-orang yang melampaui batas.
  3. Jika mereka masuk Islam, mendirikan salat dan menunaikan zakat, maka mereka menjadi saudara seagama bagi kaum muslimin lainnya.
  4. Allah memerintahkan segera memerangi para pemimpin kaum musyrikin jika mereka merusak perjanjian dengan Rasulullah dan mencerca Islam.
  5. Tidak ada alasan untuk tidak memerangi kaum yang merusak perjanjian, mengusir Rasulullah dari Mekkah dan mereka sendiri yang memulai permusuhan dan peperangan itu.

Dalam menjalankan dan menegakkan Islam, kaum mukmin tidak boleh takut pada manusia, hanya Allah saja yang berhak ditakuti.

Tafsir

 

 

We will be happy to hear your thoughts

Leave a reply

Amaliyah
Logo