Hari ke-111: Tadabbur Surah Yunus Ayat 15-25

Hari ke-111: Tadabbur Surah Yunus Ayat 15-25

Ayat 15-20 masih menjelaskan penolakan orang-orang kafir (orang yang tidak mengharapkan pertemuan dengan Allah) terhadap Al-Qur’an. Mereka menego Rasul Muhammad Saw. untuk mengganti Al-Qur’an dengan yang lain. Nabi Muhammad Saw. mustahil melakukan hal demikian karena hal tersebut adalah maksiat yang akan memancing murka Allah. Rasulullah hanya diperintahkan mengikuti wahyu yang diturunkan padanya.

Kenapa mereka tidak berpikir bahwa sebelum Muhammad diangkat Allah menjadi Rasul-Nya, bahkan selama 40 tahun hidup dengan mereka, Beliau tidak mengklaim apapun tentang wahyu. Ayat-ayat Al-Qur’an itu dibacakan Rasul Saw. kepada mereka setelah ada perintah dari Allah. Sungguh merupakan kezaliman yang besar jika Muhammad Saw, mengada-ada tentang Allah atau menolak kebenaran ayat-ayat Al-Qur’an. Mengada-adakan sesuatu tentang Allah atau menolak kebenaran Al-Qur’an adalah penyebab kegagalan hidup di dunia dan di akhirat.

Akibat menolak Al-Qur’an, manusia kehilangan arah yang benar dalam hidup sehingga mereka menyembah tuhan-tuhan yang sama sekali tidak bisa memberi mudarat atau manfaat bagi mereka, bahkan mengklaim tuhan-tuhan tersebut mampu memberi syafaat di sisi Allah. Pemahaman seperti itu sama saja menuduh Allah tidak mengetahui apa yang di langit dan di bumi. Maha Suci Allah dari apa yang mereka sekutukan. Pada awalnya manusia umat yang satu yang menauhidkan Allah. Bersamaan dengan waktu, maka terjadi berbagai penyimpangan. Allah putuskan hukum yang Maha Adil di akhirat.

Orang-orang kafir itu juga suka menantang Rasulullah Saw. agar mendatangkan suatu mukjizat sebagai bukti kebenaran Al-Qur’an. Sedankan mukjizat itu adalah urusan Allah.

Ayat 21-23 menjelaskan sebagian karakter manusia. Di antaranya:

  1. Kalau sudah mendapat rahmat Allah seperti kelapangan setelah kesempitan maka mereka bukan hanya lupa pada Allah, melainkan memperolok-olokkan ayat-ayat Allah karena menduga Allah tidak akan menindak mereka. Padahal Allah sangat cepat tindakan-Nya serta para Malaikat yang ditugaskan-Nya mencatat dengan rinci semua perilaku manusia.
  2. Saat berada di laut dengan cuaca yang baik, manusia bergembira dan lupa pada Allah. Saat menghadapi gelombang besar dari segala penjuru dan cuaca yang tidak baik, mereka berdoa pada Allah dengan ikhlas sambil berjanji kepada Allah jika selamat sampai ke daratan mereka akan menjadi orang-orang yang bersyukur. Namun, setelah selamat sampai ke daratan, mereka kembali melakukan dosa dan kejahatan. Padahal setiap perbuatan dosa dan kejahatan itu akan kembali kepada diri mereka sendiri. Kesenangan dunia yang diperoleh tidaklah seberapa, karena pada akhirnya mereka akan dikembalikan ke akhirat. Di sana setiap manusia akan mempertanggung jawabkan apa yang mereka yakini, ucapkan dan perbuat saat hidup di dunia.

Ayat 24 dan 25 menjelaskan hakikat kehidupan dunia yang begitu cepat, ibaratnya hanya selama satu musim tanaman saja. Sebab itu, janganlah tertipu oleh kehidupan dunia yang begitu cepat, bahkan lebih cepat dari apa yang kita bayangkan. Sebab itu, berhati-hatilah agar tidak terjebak menumpuk-numpuk keyaaan atau mencampuradukkan yang halal dengan yang haram. Agar tidak tertipu dunia, maka jawablah panggilan Allah menuju surga dan Dia akan menunjukkan jalan-Nya yang lurus (menuju surga).

Tafsir

We will be happy to hear your thoughts

Leave a reply

Amaliyah
Logo