Hari ke-116: Tadabbur Surah Yunus Ayat 89-106

Ayat 89-93 masih menjelaskan bagaimana akhir tragis kehidupan Fir’aun dan pasukannya. Bermula dari dikabulkannya doa Nabi Musa dan Harun dan perintah untuk istiqamah di jalan Allah dan mengikuti jalan hidup Fir’aun yang tidak didasari ilmu.

Lalu, Allah menyusun sebuah skenario untuk menenggelamkan Fir’aun dan para pembesar istananya dengan memerintahkan Nabi Musa dan para pengikutnya lari meninggalkan Mesir mengarah ke Laut merah. Mendengar berita tersebut, Fir’aun murka dan mengumpulkan pasukannya besar-besaran untuk mengejar dan menangkap Musa dan pengikutnya. Tatkala Fir’aun dan pasukannya sampai mendekati Musa di pinggir laut merah, Allah perintahkan Musa untuk memukulkan tongkatnya ke laut itu, maka terbelahlah laut itu sehingga Musa dan pengikutnya dapat menyeberangi laut dengan selamat. Fir’aun dan pasukannya mengikuti dari belakang. Ketika memasuki belahan laut tersebut, Allah pertautkan kembali laut itu seperti semula. Fir’aun dan pasukannya tenggelam seketika.

Saat itulah Fir’aun baru sadar adanya Allah dan ingin beriman pada-Nya. Namun sudah terlambat dan tidak diterima taubatnya. Allah selamatkan bangkai Fir’aun (Ramses II) agar menjadi pelajaran bagi manusia-manusia pembangkang setelahnya. Bangkai Fir’aun tersebut sekarang ada di Mesir.

Ayat 94-97 menjelaskan agar Nabi Muhammad Saw. dan umatnya tidak ragu sedikit pun terhadap wahyu dan Islam yang Allah turunkan. Karena jika ragu dan menolaknya, maka akan mengalami nasib yang sama dengan Fir’aun dan pasukannya.

Ayat 98-106 menjelaskan beberapa kaidah terkait dakwah Ilallah dan penyebaran agama Tauhid. Diantaranya:

  1. Karakter kebanyakan masyarakat, khususnya para penguasa sulit menerima ajaran Tauhid para Rasul Allah, termasuk yang dibawa Nabi Muhammad Saw. Hal ini dapat kita saksikan sekarang dari sekitar 6 miliar manusia yang menghuni bumi ini hanya sekitar 1.3 miliar yang Muslim. Dari yang menerima Islam itu hanya berapa penguasa dan masyarakatnya yang mau menerima Islam sebagai teh way of life? Lain halnya dengan umat Nabi Yunus, saat mereka melihat azab Allah akan turun disebabkan kekufuran mereka pada-Nya, mereka langsung beriman dengan keimanan yang benar.
  2. Allah mampu memaksa seluruh manusia di bumi ini beriman, akan tetapi Allah tidak mau memaksakan Kehendak-Nya pada manusia. Allah memberikan kesempatan kepada mereka untuk memilih dengan akal dan hati mereka secara sukarela, sehingga Keadilan Allah dapat dibuktikan oleh manusia itu sendiri.
  3. Faktor yang menyebabkan manusia menolak keesaan Allah dan agama-Nya (Islam) ialah karena mereka tidak menggunakan akal mereka secara maksimal dan benar. Padahal peristiwa kematian, benda-benda langit dan bumi ciptaan Allah dan bahkan berbagai bentuk azab Allah yang menimpa kaum-kaum terdahulu cukup sebagai bukti kekuasaan-Nya.
  4. Allah menjamin keselamatan bagi para Rasul-Nya dan orang-orang yang benar-benar beriman pada-Nya, baik di dunia maupun di akhirat.
  5. Larangan toleransi antar umat Islam dengan umat-umat yang lain. Diantara patokan keimanan ialah, tidak ragu-ragu, hanya menyembah Allah, ikhlas berislam, tidak menyekutukan Allah dan tidak berdoa atau meminta-minta kepada selain Allah.

Tafsir

We will be happy to hear your thoughts

Leave a reply