Hari ke-123: Tadabbur Surah Hud Ayat 82-88

Ayat 82-83 menjelaskan betapa dahsyatnya siksaan Allah pada kaum Luth yang suka melakukan perbuatan homoseks. Allah jungkir balikkan negeri mereka dan menghujani mereka dengan  batu-batu merapi yang sudah ditandai untuk setiap mereka sehingga tidak ada satu pun dari mereka yang lolos.

Ayat 84-88 menjelaskan pembangkangan masyarakat Madyan terhadap Allah dan Rasul-Nya, Syuaib. Seperti rasul-rasul sebelumnya, Syuaib menyeru kaumnya untuk menauhidkan Allah dalam ibadah dan semua aspek kehidupan, termasuk muamalah (ekonomi dan bisnis).

Kecurangan dalam timbangan dan takaran (termasuk spesifikasi pekerjaan) telah menjadi budaya mereka. Ekonomi dan bisnis yang tidak didasari Tauhid akan merusak kehidupan ekonomi masyarakat.

Persoalan mendasar yang mereka hadapi ialah kebiasaan (habit) menyembah berhala dan hidup dengan sistem ekonomi dan sistem hidup jahiliyah lainnya yang diterima dari nenek moyang telah menjadi budaya dan melembaga dalam kehidupan masyarakat Madyan. Mereka bukan hanya menolak sistem hidup yang datang dari Allah; Tuhan Pencipta mereka yang disampaikan Nabi Syuaib, akan tetapi mereka mengajak  nabi Syuaib untuk melanggar berbagai sistem Allah.

Nabi Syuiaib gencar menyerukan agar kaumnya jujur dalam timbangan dan takaran serta jangan sekali-kali melakukan kecurangan dalam ekonomi dan bisnis, karena akan merusak sistem eknomi masyarakat. Ekonomi dan bisnis yang adil ialah yang berorientasi pahala dari Allah, yakni menerapkan sistem-Nya dalam produksi dan distribusinya.

Nabi Syu’aib tetap istiqamah menyampaikan kebenaran yang datang dari Allah. Sekeras apapun penolakan kaumnya, ia tetap melakukan misi perbaikan masyarakat secara maksimal, menyandarkan taufik dari Allah, tawakalnya pada-Nya dan merindukan kembali kepada-Nya.

 

Tafsir Ibnu Katsir

 

We will be happy to hear your thoughts

Leave a reply