Hari ke-148: Tadabbur Surah An-Nahl Ayat 65-79

Ayat 65-72 menjelaskan sebahagian ayat-ayat Allah yang terhampar di alam semesta  dan di dalam diri manusia itu sendiri. Di antaranya ialah:

  1. Air hujan yang Allah turunkan dari langit sehingga menyebabkan bumi yang mati menjadi hidup dan subur.
  2. Susu binatang ternak (sapi, kerbau, kambing, unta) yang menjadi minuman yang lezat itu Allah keluarkan dari antara nanah dan darah yang proses dari makanan dan minuman yang ada dalam perutnya .
  3. Lebah, binatang ajaib yang Allah berikan kemampuan membuat sarang di gunung, di atas pohon dan pada sarang buatan manusia, kemudian Allah mudahkan menempuh jalannya agar dapat menghisap bunga dan berbagai buah-buahan. Dari perutnya keluar minuman (madu) beraneka warna, menjadi obat bagi manusia.
  4. Allah ciptakan manusia kemudian Dia matikan mereka. Ada yang diberi umur sampai pikun agar hilang memorinya.
  5. Allah melebihkan rezeki sebagian manusia dari sebagian lain. Mengapa orang yang diberi kelebihan rezeki itu tidak mau berbagi dengan hamba sahaya dan fakir miskin sehingga mereka dapat pula merasakan nikmat Allah itu?
  6. Allah menciptakan pasangan manusia dari jenis mereka sendiri. Dari pasangan tersebut Allah ciptakan anak cucu dan Dia beri rezeki yang baik-baik.
  7. Kekufuran itu bermula dari tidak mau  megakui nikmat Allah, khususnya Al-Qur’an. Akibatnya, mengingkari ayat-ayat Allah dan kemudian berlanjut kepada memerangi Allah dan agama-Nya.

Ayat 73-79  menjelaskan 6 hal :

  1. Kendati ayat-ayat Allah terhampar di jagat raya dan pada diri manusia itu sendiri, namun orang-orang kafir tetap saja menyembah tuhan-tuhan selain Allah yang tidak bisa memberi rezeki dari langit dan tidak pula dari bumi serta tidak punya kuasa sedikit pun. Sebab itu jangan mengada-ada sesuatu bagi Allah, karena Allah Maha Tahu, sedangkan manusia tidak mengetahui tanpa diberi pengetahuan oleh-Nya.
  2. Allah membuat perumpamaan antara  hamba sahaya yang tidak mampu berinfak dengan orang yang Allah berikan rezeki yang banyak sehingga ia mampu berinfak dalam keadaan sembunyi atau terang-terangan. Apakah mereka itu sama? Kebanyakan manusia tidak menyadari perbedaan tersebut.
  3. Atau seperti orang bisu yang tidak mampu berbuat sesuatu dan tergantung sekali kepada tuannya serta ke mana saja disuruh tidak dapat mendatangkan kebaikan dan orang yang menyuruh kepada keadilan sedangkan ia berjalan di atas jalan yang lurus. Apakah keduanya sama? Tentulah tidak sama.
  4. Allah Pemilik  semua yang gaib langit dan bumi. Menciptakan kiamat (kehancuran alam semesta) itu bagi Allah seperti kedipan mata atau lebih cepat lagi. Karena Allah itu Mahakuasa atas segala sesuatu.
  5. Di antara ayat Allah dalam diri manusia  ialah, Ia mengeluarkan manusia dari perut ibu mereka dalam keadaan tidak mengetahui apa-apa atau tidak berilmu sedikit pun. Kemudian Allah ciptakan bagi mereka pendengaran,  penglihatan dan akal atau hati. Semoga dengan demikian manusia bisa bersyukur pada Allah.
  6. Burung-burung yang Allah mudahkan terbang di udara . Tidak ada yang menahannya dari kejatuhan selain Allah yang Maha Penyayang. Mengapa manusia tidak memilikirkannya?

Sumber: Mushaf Tadabbur, Fathuddin Ja’far

 

Tafsir Ibnu Katsir

We will be happy to hear your thoughts

Leave a reply