Hari ke-150: Tadabbur Surah An-Nahl Ayat 88-102

Ayat 88 dan 89 masih menjelaskan suasana orang kafir di akhirat kelak. Orang-orang kafir dan menghambat manusia dari jalan Allah, maka bagi mereka azab yang berlipat ganda. karena mereka dianggap Allah berbuat kerusakan di muka bumi. Pada hari perhitungan (yaumul hisab) nanti Allah akan datang kan bagi setiap umat itu saksi (rasulnya) dan Nabi Muhammad Saw. menjadi saksi atas semua umat tersebut. Sebab itu Al-Qur’an yang Allah turunkan kepada Beliau mencakup segala masalah dan untuk semua umat manusia, petunjuk, rahmat dan kabar gembira bagi kaum Muslimin yang tunduk dan patuh.

Ayat 90-93 menjelaskan beberapa kewajiban yang diwajibkan Allah kepada umat Islam, yaitu menegakkan keadilan, berbuat baik, membantu kerabat, mencegah perbuatan keji dan mungkar, pembangkangan pada Allah dan Rasul-Nya, menepati janji, tidak melanggar sumpah, tidak mempermainkan-nya, dan tidak membatalkan perjanjian.

Menolong Rasul Saw. dalam segala kondisi, disebabkan musuh Allah terlihat lebih banyak dan lebih kuat. Kondisi seperti itu Allah rancang sebagai ujian kesetiaan kepada Rasul Saw.

Umat Islam tidak perlu khawatir kendati  kebanyakan manusia mempermasalahkan agama Islam. Nanti pada hari kiamat Allah akan jelaskan semua apa yang diperselisihkan  tersebut.

Allah mampu menyatukan seluruh umat manusia dalam satu ajaran akidah Islam, namun, Allah akan menyesatkan orang yang pantas disesatkan-Nya dan memberikan hidayah kepada orang yang berhak mendapatkannya, berdasarkan pilihan dan amal perbuatan mereka.

Ayat 94-100 masih menjelaskan kewajiban-kewajiban kaum Muslim seperti, tidak boleh menjadikan sumpah atau perjanjian dengan orang kafir sebagai alat menipu dan makar terhadap mereka karena bisa menyebabakan penyimpangan dari jalan yang lurus dan bisa berakibat menjauhnya manusia dari Islam sebagai akibat prilaku buruk tersebut. Kalau hal tersebut terjadi, maka Allah akan menimpakan azab yang besar kepada para pelakunya. Sumpah atau janji dengan kaum kafir tidak boleh diperjual-belikan dengan kepentingan dunia. Karena pahala dari Allah di akhirat  tidak ada taranya. Semua kekayaan dunia ini akan musnah dan pahala dari Allah akan kekal.

Allah akan berikan balasan berlipat ganda  kepada orang yang sabar menjalankan ajaran Islam secara kontinu dan konsisten. Siapapun  dari kalangan Mukmin dan Mukminah yang melakukan amal saleh, maka Allah akan anugerahkan pada mereka kehidupan yang baik dan membalas amal saleh mereka dengan pahala yang sempurna. Memulai membaca Al-Qur’an maka haruslah membaca “A’uzubillahi minasy syaithanirrajim”. Karena setan itu tidak mampu menggoda orang-orang yang benar-benar beriman dan bertawakal pada Allah. Setan hanya mampu menyesatkan orang-orang yang mengikuti langkahnya dan menyekutukan Allah.

Ayat 101 dan 12 menjelaskan, Allah menurunkan Al-Qur’an itu berdasarkan ilmu-Nya. Orang kafir tetap saja menuduh Rasul Saw. mengarangnya. Padahal Al-Qur’an itu dibawa Jibril dari Tuhan Pencipta dengan benar untuk meneguhkan kaum Mukmin, petunjuk dan berita gembira bagi kaum Muslimin.

Sumber: Mushaf Tadabbur, Fathuddin Ja’far

 

Tafsir Ibnu Katsir

We will be happy to hear your thoughts

Leave a reply