Hari ke-151: Tadabbur Surah An-Nahl Ayat 103-110

Ayat 103-110 menjelaskan beberapa hal berikut:

  1. Allah mengetahui orang-orang kafir yang menuduh Rasul Saw. belajar wahyu dari manusia, yakni seorang anak yang berjualan di bukit Shafa. Padahal anak tersebut tidak paham banyak tentang bahasa Arab. Sedangkan Al-Qur’an itu bahasa Arab fasih.
  2. Orang yang tidak percaya kepada Allah, tidak akan diberi-Nya hidayah dan akan diberikan azab yang berat di akhirat kelak.
  3. Orang yang menuduh kebohongan Al-Qur‘an adalah orang yang tidak percaya kepada Allah. Mereka adalah para pembohong.
  4. Siapa yang kafir setelah beriman kepada Allah, maka orang tersebut mendapat murka Allah dan akan mendapatkan azab yang besar di akhirat. Kecuali terpaksa demi menyelamatkan nyawanya atau nyawa orang tuanya sedangkan hatinya tenang dengan keimanan, seperti yang terjadi pada sahabat Ammar Bin Yasir.
  5. Orang-orang yang kafir lagi setelah beriman (murtad),motifnya biasanya kepentingan dunia karena lebih mencitai kehidupan dunia ketimbang kehidupan akhirat yang masih jauh. Allah tidak akan memberikan hidayah kepada kaum kafir seperti itu.
  6. Orang-orang kafir seperti pada poin 5, akan dikunci mati hati, pendengaran dan penglihatan mereka oleh Allah sehingga mereka menjadi manusia lalai dan tidak bisa mengingat Allah. Di akhirat kelak mereka pasti  akan menjadi penghuni neraka.
  7. Bagi kaum Muslimin yang tertindas di Mekkah yang tidak memiliki kemampuan melawan orang-orang yang menindas mereka kemudian mereka mendapat kesempatan hijrah kemudian mereka ikut berjihad di jalan Allah serta sabar dalam menjalankan ajaran Islam dengan berbagai risiko yang dihadapi, maka bagi mereka ampunan dan kasih sayang Allah.

Sumber: Mushaf Tadabbur, Fathuddin Ja’far

 

Tafsir Ibnu Katsir

We will be happy to hear your thoughts

Leave a reply