Hari ke-152: Tadabbur Surah An-Nahl Ayat 111-128

Ayat 111 menjelaskan, akan datang suatu hari di mana setiap diri membela diri masing-masing. Tidak ada orang tua, anak, istri atau saudara yang dapat diharapkan. Pada hari itu setiap diri akan disempurnakan balasannya atas apa yang dikerjakannya selama di dunia dan sedikit pun tidak akan dizalimi. Itulah hari timbangan (yaumul mizan).

Ayat 112 dan 113 menjelaskan contoh negeri yang aman dan tenteram, sedangkan rezekinya melimpah ruah datang dari segala penjuru. Lalu penduduknya kafir dan tidak mau bersyukur. Maka Allah timpakan kepada mereka kelaparan dan ketakutan sebagai akibat dosa yang mereka lakukan. Padahal telah hadir kehadapan mereka seorang rasul Allah,  namun mereka menolaknya. Maka Allah timpakan azab kepada mereka karena kezaliman yang mereka lakukan.

Ayat 114-118 menjelaskan tentang sistem Allah terkait makanan. Di antaranya:

  1. Makanan harus halal dan baik kemudian harus menyukurinya karena termasuk ibadah.
  2. Bangkai, darah, daging babi dan hewan apa saja yang disembelih atas nama selain Allah adalah haram untuk dikonsumsi. Kalau dalam keadaan terpaksa untuk menyelamatkan nyawa, maka dibolehkan sebatas yang dibutuhkan saja.
  3. Hanya Allah yang boleh menetapkan makakan itu halal atau haram. Orang-orang yang menetapkan halal atau haram suatu makanan, tidak akan diberi Allah kemenangan akhirat, kecuali kehidupan dunia yang sedikit. Di akhirat akan mendapat azab yang pedih.
  4. Banyak makanan yang diharamkan Allah kepada kaum Yahudi akibat mereka suka menentukan sistem halal atau haram sesuai keinginan mereka.

Ayat 119-128 dari surah An-Nahl ini menjelaskan lima hal berikut:

  1. Allah menerima tobat orang yang melakukan dosa karena tidak tahu dan kemudian mau memperbaiki diri.
  2. Nabi Ibrahim dinilai Allah bobotnya sebagai satu umat karena ia tunduk pada Allah dengan sistem agama tauhid, tidak menyekutukan Allah dan mensyukuri nikmat llah. Sebab itu ia dipilih Allah sebagai khalil (kekasih)-Nya dan memberinya petunjuk jalan yang lurus. Allah berikan padanya kebaikan di dunia dan di akhirat dimasukkan ke dalam golongan orang- orang saleh.
  3. Allah perintahkan Rasul Saw. untuk mengikuti ajaran tauhid Nabi Ibrahim. dan jangan sekali-kali cenderung kepada kemusyrikan yang berkembang di masyarakat secara turun temurun.
  4. Kewajiban menghormati hari Sabtu bagi kaum Yahudi itu akibat mereka memperdebatkannya. Nanti di akhirat akan Allah paparkan semua yang mereka perselisihkan.
  1. Allah memerintahkan Nabi Muhammad Saw. untuk berdakwah dengan Al-Qur’an, Sunnah Beliau, pelajaran yang baik dan membantah kekeliruan akidah dan agama Ahlul Kitab dan lainnya dengan cara yang sangat baik.
  2. Kendati demikian,Allah Maha Tahu siapa yang berhak disesatkan atau diberi petunjuk. dan tidak boleh membalas kejahatan melebihi tingkat kejahatan yang diterima. Sedangkan sabar adalah kunci kemenangan dakwah. Takwa dan kebaikan kunci meraih kebersamaan Allah.

Sumber: Mushaf Tadabbur, Fathuddin Ja’far

 

Tafsir Ibnu Katsir

We will be happy to hear your thoughts

Leave a reply