Hari ke-172: Tadabbur Surah Thaha Ayat 1-37

Ayat 1 surat Thaha diawali dengan 2 huruf Hijaiyyah (huruf Arab), yaitu, tha dan ha. Dalam Al-Qur’an terdapat 29 surah yang awalnya dimulai dengan gabungan beberapa huruf seperti ini. Tidak ada yang mengetahui maknanya kecuali hanya Allah. Rasul saw. tidak pernah menjelaskan maksudnya. Demikian juga para sahabat Rasul saw. yang kepada mereka Al-Qur’an diturunkan pertama kali, tidak pernah menjelaskan apa maksudnya. Sebab itu, jumhur ulama tidak berani menafsirkannya. Mereka hanya mengatakan: Allah-lah yang Mengetahui maksudnya.

Ayat 2-8  menjelaskan Al-Qur’an itu diturunkan Allah bukan untuk menyengsarakan manusia, tapi pelajaran bagi orang orang yang takut pada Allah. Diturunkan  Allah, Pencipta langit dan bumi, Maha Pengasih, bersinggasana di ‘Arsy-Nya, Pemilik semua yang ada di langit, bumi dan di antara keduanya dan yang di bawah tanah.

Allah menjelaskan kepada Nabi Muhammad Saw. bahwa Dia Maha Mengetahui rahasia dan yang tersembunyi. Keduanya bagi Allah sama saja. Dialah Allah. Tidak ada tuhan yang berhak disembah selain Dia dan memiliki nama-nama yang baik.

Ayat 9 – 12 menjelaskan kisah Musa yang berbicara dengan Allah. Ketika dia melihat api, ia pergi ke arah api itu dengan harapan mendapatkannya untuk keperluan keluarganya dalam perjalanan menuju Mesir. Tatkala Musa sampai ke arah api itu, tiba-tiba ia dipanggil Allah: Wahai Musa, saya adalah Tuhan Penciptamu. Buka sendalmu karena kamu berada di lembah suci Thuwa.

Peristiwa Musa beribicara langsung dengan Alllah ini terjadi saat Musa dalam perjalanan kembali ke Mesir bersama istrinya. Musa dan keluarganya meninggalkan Madyan, kampung istrinya dan kembali ke Mesir setelah ia tinggal di sana selama 8 – 10 tahun. Lihat surah Al-Qasash : 22 – 28.

Ayat 13 – 37 masih meneruskan kisah Musa berbicara dengan Allah. Di antara ucapan Allah kepada Nabi Musa ialah Allah memilih Musa menjadi Rasul, memerintahkan agar ikuti wahyu-Nya, nama Allah itu dari Allah sendiri, tidak ada tuhan kecuali Dia, hanya Dia yang berhak disembah, tegakkan salat, kiamat pasti tiba, jangan sekali-kali mengikuti orang yang tidak beriman pada akhirat dan mengikuti hawa nafsunya, nanti celaka.

Setelah Allah bertanya kepada Muasa tangan tongkat yang ada di tangan kanannya, Allah perlihatkan Musa agar melemparkan tongkat tersebut. Maka tongkat tersebut Allah ubah menjadi ular dan kemudian menjadi tongkat biasa setelah diambil kembali oleh Musa.  Tangannya mengeluarkan cahaya setelah ia kepit di bawah ketiaknya. Setelah itu, Allah perintahkan Musa berdakwah kepada Fir’aun yang sudah melampaui batas. Musa meminta kepada Allah agar hatinya dilapangkan, urusannya dimudahkan, kelu lidahnya dilepaskan supaya Fir’aun dan masyarakatnya bisa memahami dakwahnya. Ia juga meminta supaya dibantu oleh saudaranya; Harun dalam urusan dakwah agar bisa banyak bertasbih dan berzikir pada Allah, karena Allah pasti melihat persoalan-persoalan yang akan dihadapi dalam berdakwah kepada Fir’aun.     Semua permintaan Musa dikabulkan Allah setelah sebelumnya diberi Allah berbagai nikmat-Nya.

Sumber: Mushaf Tadabbur, Fathuddin Ja’far

 

Tafsir Ibnu Katsir

We will be happy to hear your thoughts

Leave a reply