Hari ke-171: Tadabbur Surah Maryam Ayat 77-98

Ayat 77 – 95 menjelaskan tiga hal berikut:

  1. Orang-orang kafir itu mengira bahwa harta dan anak yang mereka peroleh dari Allah itu akan menjadi penolong mereka di hadapan Allah kelak. Padahal, semua manusia akan menghadap Allah sendiri-sendiri dan tidak ada yang dapat dibanggakan dan menolong mereka kecuali keimanan pada Allah dan amal saleh yang dilakukan saat hidup di dunia.
  2. Kaum musyrik menyembah berhala itu untuk mencari kemuliaan. Padahal menyembah berhala itu adalah kemusyrikan yang didesain setan, lalu mereka ikuti.  Kemuliaan itu adalah takwa pada Allah.
  3. Di akhirat kelak orang-orang bertakwa akan dikumpulkan sebagai tamu terhormat Allah, sedangkan kaum kafir dan musyrik digiring ke neraka Jahanam dalam keadaan dahaga. Mereka tidak akan mendapat syafaat, karena mereka menuduh Allah memiliki anak. Sungguh perkataan yang amat dimurkai Allah. Nyaris langit pecah, bumi terbelah dan gunung-gunung luluh karena tidak sanggup mendengar ucapan orang-orang yang menuduh Allah memiliki anak seperti yang dilakukan kaum Yahudi, Nasrani dan musyrikin. Semua manusia akan menghadap Allah sendiri-sendiri dan sebagai hamba Allah, termasuk Nabi Isa as.

Ayat 96-98 dari surah Maryam menjelaskan orang-orang beriman dan beramal saleh akan Allah jadikan mereka berkasih sayang sesama mereka. Allah memudahkan Al-Qur’an itu bagi Rasul Saw. agar dapat memberikan kabar gembira (surga) kepada kaum yang bertakwa dan kabar takut (neraka) bagi kaum pembangkang. Semua kisah kehancuran umat-umat terdahulu murni dari Al-Qur’an atau wahyu Allah.

Sumber: Mushaf Tadabbur, Fathuddin Ja’far

 

Tafsir Ibnu Katsir

We will be happy to hear your thoughts

Leave a reply