Hari ke-176: Tadabbur Surah Thaha Ayat 114-135

Ayat 114 menjelaskan bahwa yang menurunkan Al-Qur’an itu adalah Allah, Raja yang Mahatinggi lagi Hak. Sebab itu, Allah menegur Rasul Saw. agar tidak tergesa-gesa membaca Al-Qur’an sebelum selesai diwahyukan dan meminta kepada Allah agar ilmunya ditambah.

Ayat 115-125 menjelaskan kelicikan setan menggoda Adam. Kendati Adam melanggar perintah Allah, namun ia tetap dipilih Allah menjadi khalifah-Nya dan menerima tobatnya, karena kesalahan yang dikakukan Adam bukan karena kesombongan dalam hatinya, melainkan tertipu bujuk rayu Iblis. Iblis menjebaknya dengan kata-kata yang sepintas terlihat benar dengan bernaung di balik kata “pohon kekal” dan “kerajaan yang tidak akan pernah hancur’. Lalu Adam dan istrinya tertipu.

Hikmah di balik kesalahan Adam itu ialah Allah menunaikan janji-Nya untuk menjadikan Adam sebagai khalifah-Nya di bumi. Dalam kehidupan di dunia, anak cucu Adam akan menghadapi berbagai ujian dari Allah untuk menguji siapa di antara mereka yang bertakwa kepada-Nya dan siapa yang durhaka pada-Nya.

Agar manusia tidak tersesat, Allah memberi mereka hidayah (petunjuk) yang termuat dalam Kitab-Kitab-Nya, termasuk Al-Qur’an. Siapa yang tidak mengamalkan isi Al-Qur’an, akan menghadapi kehidupan yang sempit dan dihimpun di Mahsyar dalam keadaan buta. Lalu, mereka bertanya kenapa mereka saat itu buta.

Ayat 126-135 menjelaskan :

  1. Meneruskan ayat sebelumnya terkait  nasib orang-orang yang tidak mau menjadikan Al-Qur’an sebagai sistem hidup.  Di akhirat nanti, Allah melupakan orang-orang yang melupakan Al-Qur’an sebagai petunjuk hidup semasa hidup di dunia. Balasannya adalah azab neraka dan mereka kekal di dalamnya. Mengapa mereka  tidak mau mengambil pelajaran dari berbagai kaum yang dihancurkan sebelum mereka?
  2. Allah memberikan kiat kepada Rasul Saw. agar sukses menghadapi pembangkangan kaumnya dengan cara:
    • Sabar atas penghinaan kaum kafir
    • Bertasbih sebelum matahari terbit dan sebelum tenggelam (doa pagi dan sore), dan di tengah malam
    • Tidak teperdaya oleh kehidupan dunia yang diberikan kepada kaum kafir dan meyakin surga jauh lebih baik dari dunia dan seisinya
    • Membentuk keluarga menjadi keluarga ahli ibadah dimulai dengan menegakkan salat secara baik dan konsisten
    • Tidak menerima berbagai alasan kaum kafir untuk tidak beriman kepada akhirat, karena semua sebab kehancuran umat terdahulu sudah dijelaskan Allah dalam Al-Qur’an.

Nanti di akhirat mereka akan mengetahui siapa yang sesat dan siapa yang dapat petunjuk.

 

Tafsir Ibnu Katsir

We will be happy to hear your thoughts

Leave a reply