Hari ke-177: Tadabbur Surah Al-Anbiya Ayat 1-24

Ayat 1-10 surah Al-Anbiya’ ini menjelaskan beberapa hal penting berikut:

  1. Hari kiamat sudah dekat, namun manusia lalai karena tenggelam dalam kehidupan dunia dan menghindar dari mengimaninya.
  2. Bila dibacakan  ayat-ayat Al-Qur’an, me-reka mendengarkannya sambi bermain-main dan  hati mereka dilalaikan kehidupan dunia.
  3. Kaum kafir Mekah menuduh Rasul Saw. sebagai tukang sihir, wahyu yang diturunkan Allah dalam sihir,  hasil mimpi dan untaian syair belaka, karena  mereka lihat Muhammad Saw. hanyalah manusia biasa.
  4. Allah memerintahkan Rasul Saw. untuk mengingatkan mereka bahwa Dia mengetahui ucapan tersebut karena Allah itu Maha Melihat dan Maha Mendengar.
  5. Permintaan kaum kafir agar Rasul Saw. bisa membuktikan kerasulannya dengan memperlihatkan mukjizat kebe-saran Allah seperti para rasul sebelum Beliau tidak dapat diterima. Betapa banyak mukjizat Allah waktu itu diperlihatkan, namun kaum para rasul itu tetap saja kafir pada Allah dan kepada mereka. Betapa banyak negeri yang telah Allah hancurkan, karena tidak mau beriman kepada Allah dan para rasul mereka.
  6. Semua rasul Allah itu adalah dari kalangan lelaki yang  diberi wahyu. Mereka manusia biasa, makan dan juga mati. Allah buktikan janji-Nya dengan menyelamatkan orang-orang yang beriman dan membinasakan orang  yang kafir pada-Nya dan kepada para rasul-Nya. Sungguh Al-Qur’an itu diturunkan Allah kepada Muhammad Saw. dan di dalamnya penuh pelajaran. Mengapa manusia tidak memahaminya?

Ayat 11-24 menjelaskan hal-hal berikut:

  1. Sudah banyak kaum sebelum Rasul Saw. yang dibinasakan Allah  disebabkan kemusyrikan dan kezaliman mereka serta permusuhan mereka terhadap para rasul Allah. Ketika Allah turunkan azab-Nya, mereka berlari menghindarinya sehingga meninggalkan semua bentuk kesenangan hidup dan rumah-rumah mewah yang mereka bangun.
  2. Bumi, langit dan apa saja di antara keduanya, termasuk manusia, tidak Allah ciptakan untuk main-main dan percuma, tetapi untuk beribadah kepada-Nya, bertasbih dan menauhidkan-Nya.
  3. Ucapan “Allah itu  memiliki anak” adalah batil dan sangat tidak beradab pada Allah. Allah akan hancurkan kebatilan itu dengan al-haq. Orang yang menyifati Allah seperti itu akan dimasukkan ke neraka wail.
  4. Jika di bumi dan langit ini terdapat dua tuhan selain Allah, pasti keduanya (bumi dan langit) hancur karena  tuhan-tuhan tersebut akan berebut hak cipta  dan kepemilikannya. Mahasuci Allah, Pencipta Arasy, dari apa yang mereka tuduhkan.
  5. Tidak akan ada yang dapat meminta pertanggungjawaban dari Allah atas apa yang di lakukan-Nya.  Sebaliknya, Allahlah yang meminta pertanggung jawaban atas apa yang dilakukan manusia, karena mereka diciptakan-Nya untuk misi ibadah kepada-Nya.
  6. Al-Qur’an dan kitab-kitab Allah sebelumnya adalah kebenaran. Namun, kebanyakan manusia tidak memahami kebenaran dari Allah itu dan bahkan berpaling darinya.

 

Tafsir Ibnu Katsir

We will be happy to hear your thoughts

Leave a reply