Hari ke-190: Tadabbur Surah Al-Mukminun Ayat 28-59

Ayat 28-30 meneruskan kisah sebelumnya terkait kehancuran kaum Nabi Nuh. Ketika berada dalam kapal dalam keadaan selamat, Allah perintahkan Nabi Nuh dan para pengikutnya untuk memuji Allah yang telah menyelamatkan mereka dari masyarakat yang zalim dan meminta kepada-Nya agar dilabuhkan ke kawasan yang penuh berkah. Peristiwa musnahnya kaum Nuh ini selayaknya menjadi pelajaran bagi manusia setelah mereka.

Ayat 31-42 menjelaskan kisah generasi setelah kaum Nuh yang Allah ciptakan. Allah mengutus kepada mereka seorang rasul yang menyuruh mereka menyembah Allah saja dan bertakwa pada-Nya. Para pemuka mereka tidak beriman pada akhirat, tenggelam dalam kehidupan dunia, melecehkan rasul mereka karena hanya manusia biasa, memprovokasi masyarakat agar tidak beriman kepadanya karena hanya akan menyebabkan kerugian, menuduhnya pembohong besar terkait hari kebangkitan yang dijanjikannya, karena mereka meyakini kehidupan ini hanya di dunia.

Melihat pembangkangan yang luar biasa itu, rasul tersebut berdoa meminta pertolongan  dari Allah. Lalu, Allah kirim petir dahsyat untuk menyambar mereka. Mereka pun mati seperti daun kering. Setelah itu, Allah munculkan lagi beberapa generasi berikutnya.

Ayat 43-59 meneruskan kisah umat-umat yang dihancurkan Allah. Allah tidak akan siksa mereka sebelum diutus rasul dari kalangan  mereka sendiri yang menyampaikan pesan-pesan tauhid dan ibadah kepada Allah. Jika mereka tetap dengan agama nenek moyang dan menolak menauhidkan Allah, maka Allah turunkan azab yang memusnahkan mereka tepat pada waktunya.

Kisah umat-umat terdahulu yang Allah hancurkan itu berlanjut sampai kepada zaman Nabi Musa dan Harun yang Allah utus kepada Fir’aun. Karena Fir’aun dan para pembesarnya tetap  tidak mau beriman kepada Allah dan akhirat, mereka pun dibinasakan Allah di laut merah. Setelah itu, Allah ciptakan Isa dan ibunda Maryam sebagai tanda kebesaran Allah. Allah lindungi mereka di suatu tempat yang tinggi, rindang dan ada mata air di sana. Semua itu bukti  kekuasaan Allah.

Para rasul Allah itu mampu menjaga makanan mereka dari yang haram dan syubhat. Mereka diperintahkan Allah melakukan amal saleh. Semua umat mereka diperintahkan kepada satu perintah pokok, yakni menauhidkan Allah dalam ibadah dan semua aktivitas kehidupan. Manusia yang mau menerima ajaran tauhid para rasul itu ialah yang memiliki kriteria:

  1. Takut pada azab Allah
  2. Beriman kepada wahyu Allah
  3. Tidak menyekutukan Allah dengan apapun.

 

Tafsir Ibnu Katsir

We will be happy to hear your thoughts

Leave a reply