Hari ke-205: Tadabbur Surah Asy-Syu’ara Ayat 84-111

Ayat 85-104 meneruskan ayat sebelumnya terkait doa atau permintaan Ibrahim kepada Allah. Ia meneruskan doanya  agar Allah jadikan ia teladan yang baik, khususnya terkait dengan dakwah tauhid, sampai akhir zaman, masuk surga Naim, ampunan bagi bapaknya yang sesat. (Terkait doa Ibrahim minta ampunan untuk orang tuanya yang masih kafir atau musyrik, lihat penjelasannya pada surah At-Taubah: 114.)

Ibrahim juga bermohon kepada Allah agar tidak dihinakan pada hari kebangkitan. Pada hari itu tidak berguna lagi harta dan anak, kecuali yang datang dengan hati atau keimanan yang bersih dari syirik. Pada hari itu, surga didekatkan bagi orang yang bertakwa. Sedangkan neraka didekatkan bagi orang yang sesat. Berhala-berhala yang mereka sembah tidak bisa menolong mereka sedikit pun. Semua  berhala dan para penyembahnya dijungkirkan muka mereka ke dalam neraka. Begitu juga para pengikut Iblis mengalami nasib yang sama.

Saat itu mereka menyadari kekeliruan menyekutukan Allah dan kesesatan yang mereka yakini dan praktekkan. Tidak ada teman yang bisa menolong. Mereka menyesal dan berharap dapat kembali ke dunia agar dapat menjadi Mukmin. Allah angkat kasus ini agar menjadi tanda kebesaran dan kasih sayang-Nya kepada manusia. Namun kebanyakan manusia tidak beriman. Sungguh Allah Maha Perkasa lagi Maha Penyayang.

Ayat 105-111 menjelaskan kaum Nuh yang kafir padanya. Pernyataan Nuh bahwa ia adalah Rasul yang tepercaya, seruannya agar mereka bertakwa pada Allah dan menaatinya, mereka tolak  sambil berkata: Mana mungkin kami beriman kepada Anda, sedangkan para pengikut Anda adalah orang-orang yang rendahan?

 

Tafsir Ibnu Katsir

We will be happy to hear your thoughts

Leave a reply