Hari ke-212: Tadabbur Surah An-Naml Ayat 64-76

Ayat 64-66 meneruskan empat pertanyaan sebelumnya :

  1. Siapakah yang memulai penciptaan manusia dan mengulangi ciptaan tersebut sehingga terjaga kelestarian manusia di atas bumi sampai kiamat nanti, serta memberi mereka rezeki dari langit melalui hujan dan sebagainya. Masih adakah yang berhak disekutukan dengan Allah? Menyekutukan Allah itu tentulah tidak beralasan. Tidak ada yang mengetahui rahasia langit dan bumi kecuali Allah. Manusia tidak tahu kapan mereka dibangkitkan. Kaum kafir tidak mengetahui tentang kiamat, meragukannya dan buta terhadap tanda-tandanya yang begitu nyata..

Ayat 65-75 menjelaskan:

  1. Kaum kafir itu meragukan peristiwa kebangkitan Manusia. Mereka menganggapnya cerita dongeng karena sudah dijanjikan pada umat terdahulu. Kalau mereka melakukan penelitian, mereka akan tahu apa akibat buruk yang  dialami oleh umat sebelumnya yang menginkarinya.
  2. Allah melarang Rasul Saw. agar tidak sedih terhadap orang-orang kafir itu dan tidak panik terhadap makar yang mereka lakukan.
  3. Orang-orang kafir menantang Rasul Saw. terkait azab yang dijanjikan kepada mereka. Boleh jadi azab itu sudah dekat. Kalaulah bukan karena karunia Allah, pastilah mereka sudah disiksa dengan ucapan itu. Dia Maha Mengetahui apa yang disembunyikan hati manusia. Segala sesuatu sudah tercatat di Lauhul Mahfuz.

Ayat 76 menjelaskan Al-Qur’an itu menceritakan perilaku Bani Israel, termasuk masalah-masalah yang mereka perselisikan seperti tentang Nabi Isa dan sebagainya.

 

Tafsir Ibnu Katsir

We will be happy to hear your thoughts

Leave a reply